Danau Sentani

Danau ini memiliki pemandangan memukau berkilau diselimuti keheningan yang mendamaikan. Dirangkul Pegunungan Cyclops di utaranya dan tetumbuhan subur melatarbelakangi cukup menjadikannya surga indah di Indonesia Timur. Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura, dikelilingi 21 pulau kecil yang indah dan menyokong  24 desa yang bertengger di sekitarnya dengan orang-orang yang ramah dan kreatif mencipta kerajinan tangan terbaik di Tanah Papua. 

Danau Sentani adalah danau terbesar di Provinsi Papua, dengan luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 m dpl. Saat dilihat dari udara, Danau Sentani terlihat bak kolam air hijau raksasa yang dikelilingi oleh perbukitan. Jika bentuk danau pada umumnya relatif melingkar, bentuk Danau Sentani sedikit berbeda. Danau ini justru meliuk-liuk bak naga yang berkepala di ujung barat dan berekor di ujung timur. Di sisi utara Danau Sentani terdapat Pegunungan Cyclops dengan mata air yang berlimpah. Mata air inilah yang membentuk Danau Sentani. 

Danau Sentani terus menjadi perhatian wisatawan mancanegara karena selain daya tarik keindahan alamnya juga memiliki keunikan budaya masyarakat setempat. Menaiki perahu di danau ini akan menjadi  pengalaman yang indah. Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa. Merasakan hembusan angin membelai ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung, serta berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa Anda dapatkan dan rasakan di danau ini.

Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani.

Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS tahun 1944. Jenderal McArthur dikatakan pernah tinggal di danau ini.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar