Film “Siti” Raih Penghargaan di Shanghai International Film Festival 2015, China

Insan film Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional. Film “Siti” karya sutradara Eddie Cahyono berhasil meraih penghargaan sinematografi terbaik dan naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition dalam ajang Shanghai International Film Festival 2015 yang diselenggarakan di Shanghai, China.

Film berdurasi 91 menit itu berhasil meraih 2 penghargaan terbaik mengalahkan 6 film lainnya dari beberapa negara, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Iran. Film ‘Siti” mengisahkan perjuangan hidup Siti sebagai seorang istri, yang harus mengurus ibu mertua serta menghidupi keluarganya setelah suaminya mengalami kelumpuhan, saat megalami kecelakaan saat melaut.

Siti bekerja berjualan peyek serta menjadi pemandu di sebuah karaoke untuk menghidupi dan membayar utang yang semakin menumpuk. Suami Siti, Bagus, keberatan dan tidak lagi mau berbicara pada istrinya saat Siti bekerja sebagai pemandu karaoke. Siti pun frustasi dan bimbang saat seorang polisi hadir dalam kehidupannya, serta mengajaknya menikah.

Penulisan karakter yang kuat dalam film “Siti” tersebut telah menarik perhatian penonton serta juri sehingga berhasil mendapatkan penghargaan Best Script Writer. Pada Festival Film Internasional Singapura 2014, Sekar Sari, pemeran Siti, meraih penghargaan sebagai Best Performance. Segera setelah mengikuti festival film di Shanghai, “Siti” akan kembali mengikuti kompetisi pada festival film internasional di Taipei, Taiwan.

Festival Film Internasional Shanghai 2015 merupakan ajang kompetisi ke-18 film internasional yang secara rutin diadakan setiap tahun. yang digelar dengan menampilkan juri antara lain sutradara Rusia Andrey Zvyagintsev, aktris Tiongkok Hao Lei, penulis skenario Korea Hee Jai Kim, pembuat film Perancis Philippe Muyl, dan produser AS Ron Yerxa.

Didirikan pada 1993, Festival Film Internasional Shanghai adalah satu-satunya festival film kompetitif Chinayang mendapat lisensi the International Federation of Film Producers Associations. Festival diadakan sebagai landasan untuk membangun dan memperkuat industri film China serta kerja samanya dengan industri film asing.

Selain film “Siti” terdapat 3 film Indonesia yang diputar selama berlangsungnya festival film Internasional di Shanghai tersebut, yaitu film “Tabula Rasa’, “Selamat Pagi Malam”, dan ‘The Raid 2: Berandal”. Ketiga film tersebut tidak mengikuti kompetisi dalam kategori apa pun pada festival tersebut.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar