Luar Biasa! Indonesia Raih Emas Bulu Tangkis Beregu Putra

 Tunggal ketiga, Ihsan Maulana Mustofa, kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan Thailand 3-2 pada final beregu putra bulu tangkis SEA Games 2015, Jumat (12/6/2015).

Ihsan mengalahkan pemain Thailand, Suppanyu Avihingsanon, dalam pertandingan rubber game yang mencekam, 20-22, 21-16, 21-9. Ihsan mengulangi prestasinya saat membawa tim Indonesia mengalahkan Malaysia 3-2 pada babak semifinal. Saat itu, Ihsan menjadi penentu kemenangan tim Indonesia atas Malaysia seusai mengalahkan Muhammad Arif Abdul Latif dengan skor 21-12, 22-20.

Sebelumnya, sektor ganda putra kembali menyumbangkan angka bagi tim Indonesia pada babak final beregu putra SEA Games 2015 melawan tim Thailand. Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses memenangi laga rubber game dari Pakkawat Vilailak/Wannawat Ampunsuwan, 21-19, 18-21, 21-14.
                       
Poin pertama diraih Indonesia dari pasangan ganda putra, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, yang menang atas Bodin Issara/Nipitphon Puangpuapech, 21-15, 21-13. Sementara itu, dua tunggal putra muda Indonesia, Jonatan Christie dan Firman Abdul Kholik, belum berhasil memetik kemenangan.

Pertandingan partai keempat berlangsung sangat menegangkan, khususnya pada game pertama dan kedua. Kevin/Marcus yang unggul pada game pertama harus kehilangan game kedua. Faktor angin di lapangan, menurut Kevin/Marcus, cukup memengaruhi permainan di lapangan. Pada game kedua, pasangan Thailand berada di posisi lapangan yang searah dengan arah angin sehingga serangan mereka lebih tajam dan sulit dikembalikan.

Pada awal game ketiga, giliran Kevin/Marcus yang mendapat posisi lapangan searah angin. Mereka pun memanfaatkan hal ini dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya hingga unggul jauh, 11-5.

Ketika berganti lapangan setelah interval game ketiga, Kevin/Marcus sudah mengontrol jalannya pertandingan dan sulit untuk dikendalikan oleh Vilailak/Ampunsuwan. Pasangan Thailand pun berada di bawah tekanan dan makin tertinggal, 10-17, dan akhirnya harus menyerah dari Kevin/Marcus.

"Pada game pertama, permainan berlangsung ramai karena kami merasa mainnya belum pas. Lawan juga maunya buru-buru menyerang. Pada game kedua, kami kalah angin, lebih susah untuk mematikan bola. Begitu dapat kesempatan pada game ketiga, kami coba unggul pada start awal, dan sudah jauh duluan untuk dikejar lawan," beber Marcus ketika ditanya soal pertandingan.

"Saya pribadi merasa mainnya kurang enak. Sedang tidak nyaman saja. Namun, kondisi saya baik-baik saja, tidak ada masalah fisik atau stamina. Soal beban, itu pasti ada, apalagi tim Indonesia sedang ketinggalan. Namun, kami hanya mau mengeluarkan kemampuan terbaik kami," ujar Kevin.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar