Para Veteran Belanda Beri Hormat Saat Bendera Merah Putih Berkibar

Disaksikan para veteran perang, bendera merah putih gagah dikibarkan di angkasa Negeri Belanda. Cuaca gerimis dan dingin tidak menghalangi naiknya simbol kedaulatan ibu pertiwi.

Atmosfir khusyuk dan khidmat mencengkeram kuat ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan Sang Merah Putih dengan penuh penghayatan dikibarkan tepat pada pukul 10.00 mengulang detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945, tujuh puluh tahun lalu.

Semua, tak terkecuali para veteran tentara Belanda yang ikut menghadiri upacara, menghormat ke arah Sang Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 RI di halaman belakang Wisma Duta, Wassenaar, nan luas, Senin (17 Agustus 2015). 

Selain itu juga pimpinan dan anggota Indonesia Netherlands Society (INS) dan Indonesia Netherlands Youth Society (INYS), friends of Indonesia dan warga Belanda lainnya.

"Sekitar empat ratus orang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai kalangan hadir pada upacara tersebut, termasuk delegasi Task Force TNI AL/Satgas pengadaan kapal perusak kawal rudal," pungkas Miniter Counsellor Azis Nurwahyudi 

Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan oleh 19 anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) siswa Sekolah Indonesia Den Haag (SID), sebelumnya disebut Sekolah Indonesia Nederland, dengan komandan Verrel Pranandino Kadarusman. 

Terpilih tiga siswa sebagai pengibar bendera, yakni Dida Prabandari, Anwar Purnama dan Fariz Hanif. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo, sementara komandan upacara adalah Atase Polisi Kombes (Pol) Yuda Gustawan.

Dengan gerakan kompak seirama, para anggota paskibra ini memulai prosesi penaikan bendera dengan penerimaan bendera dari inspektur upacara. Dengan langkah tertib, teratur dan padu, anggota paskibra menaikkan Sang Merah Putih di tengah hujan gerimis yang meliputi area upacara.

Ketiga pengibar bendera menyatakan rasa bangganya bisa terpilih menjadi pembawa bendera. Mereka harus berlatih dengan keras agar tugas yang diembankan kepada mereka dapat dilakukan dengan sempurna. 

Dida yang sering menjadi petugas upacara ketika sekolah di Indonesia menyatakan perasaannya yang deg-degan ketika membawa bendera, demikian pula dengan Fariz dan Anwar yang mempunyai perasaan sama, bangga sekaligus deg-degan.

Sedangkan Verrel, sebagai komandan pasukan, menyatakan senang dan lega bisa menunaikan tugasnya dengan baik dan lancar. 

Untuk menyemarakkan upacara, tidak ketinggalan kelompok aubade siswa SID dengan penuh semangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan, antara lain Hari Merdeka, Indonesia Pusaka dan Dari Sabang Sampai Merauke.

Setelah selesai upacara, KUAI RI Ibnu Wahyutomo berserta isteri mengundang para veteran dan tamu undangan untuk beramah tamah sambil bernostalgia. Sementara para anggota Paskibra juga secara resmi dijamu dengan makan siang.

Menurut Miniter Counsellor Azis Nurwahyudi, untuk memeriahkan HUT RI ke-70 ini KBRI Den Haag secara khusus akan menyelenggarakan Pesta Rakyat pada Sabtu 5 September 2015 bertempat di Sekolah Indonesia Den Haag, Nederland. 

Acara akan dimeriahkan oleh artis Leo Mokodompit (AFI), Penyanyi Dangdut Elvi Zubaidah (Kondang In) dan penampilan grup tari Warna Indonesia pimpinan Ai Syarif. Pesta Rakyat juga akan diisi bazar Makanan Nusantara dari berbagai restoran Indonesia di Belanda. 

"Panitia juga menyediakan hadiah doorprize berupa tiket ke Indonesia dari Garuda Indonesia dan berbagai hadiah seperti sepeda, telepon genggam, peralatan rumah tangga dan aneka hadiah hiburan lainnya," pungkas Azis. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar