Tim Indonesia Juara Lomba Mengingat Tingkat Dunia di Hongkong

Berbekal biaya pribadi dan minim, Tim Memory Sports Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah dunia dengan menyabet penghargaan bergengsi pada kompetisi 1st Asia Memory Championship dan 3rd Hongkong Open Memory Championship yang dilaksanakan pada 22-23 Agustus 2015 di Hongkong.

Ada 100 peserta dari 11 negara bertanding di dua ajang internasional yang diadakan oleh Asia Memory Sports Council ini, yaitu Hongkong, China, Jepang, Filipina, Mongolia, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Swedia, Amerika, dan Jerman.

Dalam kompetisi ini, ada 10 jenis pertandingan yang diperlombakan, yakni 15 menit mengingat wajah dan nama (names & faces), 15 menit mengingat urutan kata acak (random words), 30 menit mengingat urutan angka binary acak (binary numbers), 5 menit mengingat urutan angka acak (speed numbers), 15 menit mengingat urutan gambar abstrak acak (abstract images), 30 menit mengingat angka acak (random numbers), 30 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok (random cards), 5 menit mengingat tahun dan kejadian (historic future dates),  mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka (spoken numbers), dan mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telahg dikocok (speed cards).

Shafa Annisa (10 th) berhasil memecahkan rekor dunia kategori anak-anak dalam cabang ‘Names and Faces’ dengan mengingat 88 wajah dan nama dalam waktu 15 menit. Dia juga berhasil merebut 1 Medali Perak di Cabang ‘Spoken Numbers’ pada Asia Memory Championship.

Prestasi lain juga berhasil diraih Ketua Tim Memory Sports Indonesia, Yudi Lesmana, yang berhasil mendapatkan 1 Medali Emas di cabang Random Words Asia Memory Championship dan 1 Medali Perak di cabang Random Words 3rd Hongkong Open Memory Championship.

Selain itu, Yudi juga berhasil mendapat gelar tambahan, Asia Memory Master (AMM), yang saat ini hanya ada 16 orang dari seluruh negara Asia disamping Gelar Grandmaster of Memory yang telah didapatkan pada World Memory Championship di tahun-tahun sebelumnya.

AMM ini diberikan atas pencapaian poin kompetisi lebih dari 4.000 secara keseluruhan dan memenuhi 3 syarat utama, yaitu mampu mengingat minimal 700 angka dan 364 kartu acak masing-masing dalam waktu 30 menit serta berhasil menyelesaikan nomor speed cards dalam waktu kurang dari 60 detik.

Walaupun dengan dana terbatas, tim yang beranggotakan Yudi Lesmana (Ketua Tim dan peserta), Shafa Annisa (10 tahun dari Kaltim), Fakhri Shafly (14 tahun dari Jakarta), Aris Rinaldi (Arbiter Memory Sports Indonesia), dan Siti Jawariah (Official) tetap menunjukkan prestasinya di mata dunia. Asosiasi Memory Sports Indonesia mengirimkan arbiter memory sports, Aris Rinaldi, untuk ditraining secara internasional di ajang ini.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar