Ihsan, Jonatan, dan Anthony Terus Tambah Jam Terbang di Level Super Series

Tiga pemain muda Indonesia akan kembali berburu pengalaman di turnamen level super series. Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting akan tampil di Korea Terbuka Super Series 2015.

Ketiganya baru saja ikut berlaga di Jepang Terbuka Super Series 2015 yang bergulir pekan lalu. Dari turnamen tersebut, hanya Ihsan yang mampu menembus babak utama. Sementara Jonatan dan Anthony terhenti di fase kualifikasi.

Kini Ihsan, Anthony, dan Jonatan akan berlaga di Korea Terbuka Super Series yang akan berlangsung 15-20 September di SK Handball Stadium. Tak dibebani target tertentu, ketiganya diharapkan bisa menimba banyak pengalaman serta membaca persaingan di level super series.

“Pertama mereka harus main bagus dulu, punya mental juangnya ada untuk dapat pengalaman main di kelas super series. Disamping itu juga mereka perlu lihat seberapa jauh peningkatan teknik mereka. Mereka sengaja tidak saya bebani masuk babak tertentu. Yang penting bisa main saja dulu, lolos ke babak utama. Itu pun kalau harus berhadapan dengan lawan yang jauh di atasnya, saya berharap mereka bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya saja dulu,” ujar pelatih tunggal putra, Hendri Saputra.

“Dari beberapa penampilan mereka masih ada yang kurang. Bukan dilihat dari hasilnya, tapi dari bagaimana mereka di lapangan, mati-mati sendirinya masih ada. Mereka saya rasa belum maksimal. Tapi kalau dilihat dari hasilnya, ada yang membuat saya cukup puas, seperti Ihsan yang tampil melampaui target,” kata Hendri
.
Jonatan mendapat keuntungan dengan langsung lolos ke babak utama setelah Jan O Jorgensen mengundurkan diri. Di babak pertama, pebulutangkis berusia 17 tahun itu akan menghadapi wakil tuan rumah, Lee Dong Keun.

Sementara itu, Ihsan dan Anthony harus merangkak dari babak kualifikasi. Di kualifkasi pertama, Anthony akan menghadapi Kim Dong Hoon.

Sedangkan Ihsan akan melawan Kenichi Tago di kualifikasi pertama. Jika lolos, dia berpeluang untuk bertemu Lee Chong Wei di kualifikasi kedua sebelum menembus babak utama.

Sebelumnya, di Jepang Terbuka Super Series, Ihsan membuat kejutan dengan melangkah hingga perempatfinal dengan menyingkirkan pemain-pemain yang di atas kertas berada di atasnya seperti Marc Zwiebler (Jerman) dan Hu Yun (Hong Kong). Tapi langkahnya kemudian dihentikan oleh seniornya, Tommy Sugiarto, di babak delapan besar.

Harus berjuang dari babak kualifikasi diakui Ihsan telah menguras energinya. Sudah belajar dari pengalaman, Ihsan berharap hasil yang lebih baik di Korea.

“Kemarin terasa banget kalau sudah habis di lapangan. Main dari babak kualifikasi banyak menguras fisik saya. Ini yang harus saya tingkatkan, di segi fisik dan power. Setelah di Japan Open kemarin kondisi saya sudah mulai membaik, mulai pulih dan siap untuk kembali bertanding,” kata Ihsan.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar