Indonesia - Afrika Selatan Pererat Kerjasama Melalui Policy Planning Dialogue

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI bekerjasama dengan Policy, Research and Analysis Unit (PRAU) Departemen Hubungan dan Kerja Sama Internasional (Kemlu) Afrika Selatan telah melaksanakan Policy Planning Dialogue (PPD) RI-Afsel ke-3 di Pretoria. Pada dialog tersebut, delegasi RI dipimpin oleh Plt. Kepala BPPK, Duta Besar Salman Alfarisi, dan beranggotakan Kepala Pusat P2K2 Aspasaf, unsur Direktorat Afrika dan KBRI Pretoria. 

“Indonesia dan Afrika Selatan telah menikmati hubungan bilateral yang kian berkembang di berbagai bidang. Indonesia dan Afrika Selatan sama-sama berperan sebagai pemimpin di kawasan. Selain itu, Indonesia dan Afrika Selatan memiliki kesamaan kepentingan baik dari segi bilateral, regional, dan multilateral.”, demikian disampaikan Duta Besar Salman Alfarisi dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa dengan dilaksanakannya PPD RI-Afsel ke-3, diharapkan dapat membantu unit teknis terkait dalam memproyeksikan dan merumuskan rekomendasi kebijakan politik luar negeri untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara di masa yang akan datang.

Hal senada diungkapkan oleh delegasi Afrika Selatan yang dipimpin oleh Chief Director of PRAU, Mr. Fadl Nacerodien. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Afrika Selatan masih memiliki banyak ruang untuk dikembangkan. Ia menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Indonesia melalui kerja sama antar unit pengkajian kebijakan kedua negara sebagai bentuk implementasi MoU Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Kebijakan antara Kementerian Luar Negeri RI dengan Kemlu Afrika Selatan yang ditandatangani Menteri Luar Negeri kedua negara di Jakarta, Maret 2014.

Beberapa isu yang diangkat pada dialog tersebut di antarany mengenai kerja sama antar unit pengkajian kebijakan, penguatan kerja sama bilateral, dan isu-isu regional/multilateral seperti ASEAN, Africa Union, Indian Ocean Rim Association (IORA), reformasi PBB dan post 2015 development agenda.

Mengenai IORA, dimana saat ini Indonesia dan Afrika Selatan merupakan Ketua dan Wakil Ketua untuk periode 2015-2019, kedua delegasi telah membahas beberapa agenda yang menjadi kepentingan seperti blue economy, gender mainstreaming dan konektivitas, selain enam bidang kerjasama yang menjadi prioritas bersama IORA, yakni keamanan dan keselamatan maritime, fasilitasi pedagangan dan investasi, pengelolaan sumber daya maritime, kerjasama penanganan bencana alam, kerjasama akademis, ilmu dan pengetahuan serta kerjasama pariwisata dan pertukaran kebudayaan. Indonesia dan Afrika Selatan juga sepakat perlunya kesinambungan penanganan program IORA selama periode kepemimpinan Indonesia dan Afrika Selatan.

Secara terpisah, mengawali pelaksanaan PPD RI-Afsel ke-3, telah dilaksanakan Round Table Discussion (RTD) dengan tema “The Role of Indonesia and South Africa as Emerging Powers in Global and Regional Affairs”. RTD menghadirkan  Direktur Brenthurst Foundation, Dr Gregory Mills dan Senior Research Fellow dari South African Institute for International Affairs (SAIIA). RTD yang dihadiri juga oleh Dubes RI di Pretoria telah mendapatkan sambutan positif dari delegasi kedua negara.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar