Indonesia Libas Kanada 11-0

Tim Indonesia kembali meraih kemenangan besar dalam lanjutan Homeless World Cup (HWC) 2015. Pasukan 'Merah-Putih' melibas tim Kanada dengan skor meyakinkan 11-0.

Pertandingan melawan Kanada di Museumplein, Amsterdam, Belanda adalah pertandingan kelima Indonesia di fase grup. Pertandingan sempat tertunda akibat hujan badai yang terjadi di venue.

Setelah hujan badai reda, pertandingan bisa dimulai. Indonesia yang menguasai permainan sejak kick-off membuka skor lewat gol Jaka Arisandy. Hingga berakhirnya babak pertama, Indonesia sudah unggul 4-0 berkat tambahan gol dari Jamiludin dan Jaka.

Muhammad Farid mencetak tiga gol di babak kedua untuk membawa Indonesia memimpin 7-0. Rokim dan Dadang Sudarwanto masing-masing mengemas dua gol untuk memperbesar kemenangan tim Indonesia.

Berkat kemenangan ini, Indonesia menempati posisi kedua di klasemen akhir Grup D dengan 12 poin, di bawah Kosta Rika yang punya 15 poin. Tim lainnya yang mengisi grup ini adalah Slovenia (9 poin), Italia (6 poin), Republik Ceko (3 poin), dan Kanada (0 poin).

Karena termasuk tiga tim teratas di fase grup, Indonesia akan masuk section 1 di second stage Homeless World Cup (HWC) 2015.

Homeless World Cup adalah turnamen street soccer dengan sejumlah peraturan spesial, antara lain satu tim terdiri dari empat pemain termasuk penjaga gawang. Pertandingan dilakukan 2 X 7 menit, dengan jeda satu menit.

Pertandingan tidak mengenal hasil seri. Jika selama waktu normal skor berimbang, maka dilanjutkan dengan adu penalti. Tim pemenang memperoleh tiga poin, yang kalah nol. Jika pertandingan ditentukan dengan adu penalti, tim pemenang dapat dua poin, yang kalah memperoleh satu angka.

Tahun ini HWC diikuti total 63 negara. Prestasi terbaik Indonesia di turnamen ini adalah peringkat keempat di edisi 2012 di Meksiko.

Sejak pertama kali digagas di tahun 2003 HWC menjadikan sepakbola sebagai medium untuk sebuah perubahan buat para pesertanya. Inilah pesta sepakbola untuk kalangan yang termarjinalkan.

Pada awalnya ajang itu ditujukan untuk "mengangkat derajat" para tuna wisma (homeless) supaya meraih jalan dan kesempatan berkehidupan yang lebih baik. Seiring dengan perjalanannya, para pemain HWC meluas tidak semata-mata dari kalangan homeless, tapi juga kalangan ODHA (pengidap virus HIV/AIDS), (eks) pemakai narkoba, dan kalangan miskin kota.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar