​Indonesia Luncurkan Program Pengembangan Kapasitas Regional Di Bidang Teknologi Nuklir

Perutusan Tetap Republik Indonesia di Wina (PTRI Wina) hari ini meluncurkan Regional Capacity Building Initiative (RCBI) untuk mendukung pengembangan kapasitas iptek nuklir negara-negara di kawasan Asia Pasifik. 

Peluncuran program tersebut dilakukan  dalam pertemuan dengan negara-negara kontributor program Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan  (Peaceful Uses Initiative - PUI). Pertemuan yang berlangsung di Vienna International Center, Wina, Austria tersebut juga dihadiri oleh representatif dari Badan Tenaga Atom Internasional tersebut.  

RCBI ditargetkan menjadi platform kerjasama untuk pengembangan kapasitas regional dalam riset, pendidikan, dan pelatihan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Pada saat peluncuran yang juga dihadiri oleh representatif badan tenaga nuklir internasional yang bermarkas  di Wina tersebut, Wakil Kepala Perwakilan RI, Febrian A. Ruddyard, menyampaikan bahwa RCBI juga diharapkan mampu menjadi insentif tambahan bagi negara-negara anggota IAEA untuk mewujudkan komitmen terhadap upaya non-proliferasi dan perlucutan senjata nuklir. 

Bagi Indonesia sendiri, kesuksesan program ini akan mengokohkan leadership Indonesia dalam mendorong pemanfaatan nuklir hanya untuk tujuan damai sekaligus memposisikan lembaga iptek nuklir nasional sebagai hub perkembangan teknologi nuklir di kawasan Asia Pasifik.

Melalui skema RCBI, Indonesia memberikan kesempatan bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik untuk belajar langsung dari pakar-pakar nuklir Indonesia. Program pelatihan akan didesain secara terstruktur, sistematis, dengan tetap memperhatikan kebutuhan spesifik masing-masing negara peserta.  Pelatihan akan diselenggarakan secara bertingkat mulai dari tingkat dasar, menengah hingga advance dan para peserta pelatihan akan diberikan sertifikat kompetensi yang terakreditasi. Dalam kaitan ini BATAN akan menyediakan fasilitas riset dan pelatihan di pusat-pusat riset milik badan tersebut.

Tingkat penguasaan teknologi nuklir Indonesia saat ini telah memperoleh pengakuan dari kalangan internasional, khususnya IAEA sebagai organisasi internasional di bidang nuklir. Sejak tahun 2012, Indonesia telah berkontribusi dalam program kerjasama teknik IAEA di bawah skema Peaceful Uses Initiative melalui pemberian pelatihan SDM dan riset bagi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. 

Pada tahun 2014 Indonesia juga meraih penghargaan Outstanding Achievement Award dari IAEA dan ILO untuk keberhasilan dalam mengaplikasikan teknologi nuklir di bidang pemuliaan tanaman (mutation breeding).  Dengan adanya platform RCBI, bantuan teknis Indonesia tidak hanya mampu menjangkau negara-negara di kawasan Asia dan Afrika, namun juga negara-negara Pasifik yang baru bergabung dengan IAEA.

Atase Ilmu Pengetahuan PTRI Wina, Syahril, menjelaskan di hadapan wakil-wakil dari negara Amerika Serikat , Kanada, Jepang, Australia, Perancis, Selandia Baru, Inggris, dan Swedia yang hadir dalam pertemuan bahwa teknologi nuklir di Indonesia tidak dimanfaatkan terbatas sebagai pembangkit listrik, namun hasil-hasil teknologi nuklir Indonesia tersebut juga telah dinikmati langsung oleh para pelaku bisnis, khususnya pada industri pertanian, pangan, kesehatan dan manufaktur. Penggunaan iptek nuklir di bidang pertanian melalui pemuliaan tanaman memungkinkan petani untuk mendapatkan varietas unggul padi, kedelai dan gandum dengan tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi dan tahan hama. Penggunaan varietas unggul tersebut pada gilirannya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus efektif untuk menekan tingkat ketergantungan impor pangan. 

Lebih jauh disampaikan bahwa RCBI akan menjadi flagship PUI program bagi kawasan Asia Pasifik. Dukungan IAEA dan negara-negara anggota IAEA, khususnya dari kelompok negara – negara maju tersebut menunjukkan pengakuan dan kepercayaan atas penguasan teknologi nuklir yang telah dicapai oleh Indonesia di berbagai bidang pembangunan.

Guna memastikan keberhasilan platform RCBI, Indonesia menawarkan negara-negara anggota IAEA, khususnya negara-negara maju, untuk turut berkontribusi dalam implementasi inisiatif tersebut baik dalam bentuk pendanaan, program maupun tenaga ahli. Tawaran dimaksud telah  mendapat sambutan hangat dari wakil-wakil negara maju dan pimpinan sekretariat IAEA yang hadir. Dijadwalkan dalam waktu dekat pertemuan lanjutan akan digelar guna membahas teknis penyelenggaraan dengan melibatkan negara-negara donor, IAEA, dan negara-negara target penerima bantuan. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar