Kemlu Selenggarakan Temu Bisnis RI-India Dalam Upaya Mendukung Promosi Wisata Indonesia

Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, KBRI New Delhi dan Konsulat Jenderal RI di Mumbai  bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali dan Kementerian Pariwisata RI menyelenggarakan Indonesia-India Business Initiatives on Tourism Promotion Cooperation di Bali. 

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mendukung promosi wisata utamanya untuk menjaring lebih banyak lagi jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia khususnya dari India ke Bali. Kegiatan Indonesia-India Business Initiatives on Tourism Promotion Cooperation dihadiri tidak kurang dari 50 orang peserta yang merupakan perwakilan dari outbound association, travel agencies, pelaku bisnis di bidang hospitality, maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Batik Air dan Singapore Air, termasuk 11 orang pelaku bisnis wisata dari 3 negara bagian di India yaitu New Delhi, Mumbai dan Telangana.

Kegiatan yang berlangsung interaktif menghadirkan narasumber baik dari Indonesia maupun India seperti Ida Bagus Ngurah Wijaya, Ketua Badan Pariwisata Bali, Duta Besar Sudaryomo Hartosudarmo dari Kelompok Kerja Diplomasi Ekonomi Kemlu RI, Amarjeet S. Takhi, Konsul Jenderal India berkedudukan di Denpasar, Taufik Nur Hidayat dari Kementerian Pariwisata, Monica Mohindra mewakili BPPD Bali dan Guldeep Sahni, Presiden Outbound Tour Operator Association of India (OTOAI).

Dalam kata sambutannya mewakili Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Direktur Asia Selatan dan Tengah Listyowati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Kemlu untuk mendukung pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari India yang memiliki kelas menengah yang terus meningkat dari jumlah populasi terbesar kedua di dunia. 

Disebutkan pula bahwa diantara upaya Pemri dalam merealisasikan hal tersebut antara lain dengan rencana kebijakan baru untuk memberikan fasilitas bebas visa kunjungan wisata bagi WN India dan merealisasikan penerbangan langsung antara kedua negara. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan ide dan inisiatif bersama pelaku bisnis kedua negara yang dapat mendukung pemajuan kunjungan wisata antar kedua negara.

Sedangkan Duta Besar Sudaryomo Hartosudarmo mewakili Pokja Diplomasi Ekonomi dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah kunjungan Wisman India belum merefleksikan potensi sebenarnya, sehingga memerlukan upaya ekstra dari seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mengoptimalkan potensi tersebut. Dubes Sudaryomo juga menekankan mengenai tantangan konektifitas yang dihadapi oleh kedua pihak, khususnya Indonesia. Upaya yang baru dapat direalisasikan dalam waktu dekat adalah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan wisata bagi WN India selain meningkatkan branding dan advertising yang dapat menarik lebih banyak minat wisman ke Indonesia khususnya dari India.

Baik narasumber maupun peserta pada intinya sepakat bahwa penerbangan langsung antara India dan Indonesia merupakan faktor pendukung utama yang diyakini dapat menjadikan berbagai destinasi wisata Indonesia khususnya Bali terlihat lebih menarik bagi calon wisatawan India. Tercatat hingga saat ini belum ada satupun maskapai nasional dari kedua negara yang melakukan penerbangan langsung yang dapat mendukung upaya peningakatan jumlah kunjungan wisatawan.

Selain penerbangan langsung, beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain pentingnya pemerintah kedua negara memfasilitasi bebas visa kunjungan wisata, merealisasikan kerjasama pembuatan film di lokasi wisata unggulan, fokus pada destinasi wisata unggulan, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai event promosi wisata dunia seperti Pata Travel Mart, TAI-Travel Association India, Farm Trip TATO, Prominent Figure and Media, Oubound Travel Mart dan SATTE. 

Terkait fasilitas bebas visa, Pemri dalam waktu dekat akan merealisasikan kebijakan baru yang akan memfasilitasi bebas visa kunjungan bagi wisman India. Pemerintah India dalam hal ini sejak beberapa tahun lalu telah memberikan fasilitas visa saat kunjungan (Visa on Arrival/VoA) bagi WNI pemegang paspor biasa. 

Selain itu, para pemangku kepentingan di Indonesia juga sepakat untuk menjadikan Greater Bali, Greater Jakarta dan Greater Jogjakarta sebagai destinasi utama bagi wisman India khususnya dari New Delhi dan Mumbai dengan paket wisata keluarga khususnya anak-anak sekolah pada bulan Mei-Juli dan wisata bulan madu pada  Oktober-Maret untuk setiap tahunnya. 

Kegiatan ini ditutup dengan table-top meeting dan kunjungan lapangan ke beberapa destinasi wisata unggulan di Bali yang diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis untuk memperluas jaringan kerja bisnis dan mendorong pemahaman yang lebih baik terkait pariwisata Bali. 

Kemlu berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya seluruh pemangku kepentingan utamanya di Indonesia dalam merealisasikan target peningkatan kunjungan wisman India. Tercatat kunjungan wisman India terus mengalami peningkatan positif dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2014, sekitar 239.000 WN India telah berkunjung ke Indonesia, 88.000 orang diantaranya ke Bali. Pemri mentargetkan peningkatan kunjungan hingga mencapai 250.000 wisman untuk tahun 2015 dan 465.000 pada tahun 2019. 

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2005, Indonesia dan India telah menyepakati jalinan kerjasama kemitraan strtegis yang menjadi landasan kuat bagi pengembangan kerjasama bilateral kedua negara di segala bidang termasuk pariwisata.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar