Momentum Baru Kerja Sama Bidang Kepemudaan dan Olahraga Indonesia-Iran

Sebagai tindak lanjut pembicaraan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI (selaku minister-in-attendance) dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Dubes RI Tehran pada saat peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta, April 2015, Menpora RI, Imam Nahrawi, telah melakukan kunjungan ke Tehran, Iran.

Pada tanggal 12 September 2015, Menpora telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menpora Iran, Mahmoud Goudarzi, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on Youth and Sports Cooperation. Kedua Menpora sepakat bahwa penandatanganan MoU ini merupakan momentum baru peningkatan kerja sama Indonesia - Iran, khususnya di bidang kepemudaan dan olah raga.

Dengan latar belakang kemiripan sosial, budaya dan agama, serta kemajuan masing-masing negara di cabang olah raga tertentu, kedua negara memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan. Beberapa cabang olah raga yang dapat dijadikan prioritas kerja sama dan perlu untuk ditindaklanjuti segera antara lain pencak silat, bulu tangkis, sepak bola, voli, gulat, balap sepeda, angkat berat, dan manajemen keolahragaan.

Indonesia direncanakan akan mengirimkan atlet, pelatih, dan wasit olah raga pencak silat, bulu tangkis, sepak bola, balap sepeda, dan gulat ke Iran untuk saling bertukar pengalaman, pelatihan dan manajemen pengelolaan keolahragaan. Lebih lanjut, Iran menyampaikan permintaan dukungan Indonesia dalam pengembangan olah raga bulu tangkis dan pencak silat di Iran.

Iran memandang Indonesia sebagai kiblat dalam pengembangan bulu tangkis dimana teknik dan kepelatihannya dinilai cocok untuk diterapkan di Iran. Sebelumnya, selama periode 2007-2013, Indonesia telah beberapa kali mengirimkan pelatih bulu tangkis ke Iran. Sementara terkait pencak silat, Iran menargetkan dapat menjadi pusat pencak silat terbesar kedua di Asia, setelah Indonesia, pada tahun 2022, dan dapat menyelenggarakan kejuaran pencak silat dunia.

Dalam rangkaian kunjungannya ke Iran, atas koordinasi KBRI Tehran dan Kemenpora Iran, Menpora yang didampingi oleh Dubes RI, Dian Wirengjurit, telah melakukan pertemuan dengan National Olympic Committee (NOC) Iran, Ketua Federasi Pencak Silat Iran, Ketua Federasi Bulu Tangkis Iran (Badminton Federation of Iran/BFI), Ketua Federasi Bola Voli Iran (Iran Volleyball Federation/IVF), Ketua Federasi Angkat Berat Iran (the Iranian Weightlifting Federation), dan mengunjungi fasilitas olah raga balap sepeda, sepak bola, dayung, dan menembak di Azadi Sport Complex.

Pertemuan dengan ketua federasi serta kunjungan ke beberapa fasilitas olah raga tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi persiapan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Selain rangkaian pertemuan di atas, KBRI Tehran juga telah memfasilitasi acara silaturahmi Menpora dengan Masyarakat Indonesia yang sebagian besarnya merupakan pelajar dari Qom. PAda acara tersebut Menpora antara lain menyampaikan perkembangan dunia olah raga Indonesia, perkembangan terkini mengenai pembekuan kegiatan keolahragaan PSSI dan penghargaan untuk atlet berprestasi.

Sebagai informasi, Iran memiliki prestasi tingkat dunia di beberapa cabang olah raga seperti gulat, voli dan angkat besi. Tim Gulat Iran menjadi juara ke-2 pada UWW World Wrestling Championships 2014 di Tashkent, Uzbekistan dan juga memenangkan beberapa medali di The

2015 World Wrestling Championships di Las Vegas. Terkait Voli, tim Iran merupakan salah satu yang terkuat di Asia dan telah memenangkan Asian Volleyball Championships tahun 2011 dan 2013. Tim voli pria Iran saat ini menduduki peringkat ke-11 pada FIVB Senior World Ranking (as of 11 agustus 2015). Iran juga memiliki prestasi pada cabang olah raga angkat besi dimana Iran menjadi juara ke-3 pada The 45th Asian Weightlifting Championships tahun 2015 di Thailand dan menjuarai beberapa kejuaraan internasional lainnya.

Setelah melakukan kunjungan ke Iran, Menpora melanjutkan perjalanan ke Turkmenistan untuk menjadi narasumber pada General Assembly Dewan Olimpiade Asia yang diselenggarakan pada tanggal 14-16 September 2015. Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai progress report persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar