​Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan Bagi Presiden RI ke-621

Presiden RI ke-6 DR. Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Selasa 22 September 2015 telah menerima gelar Honorary Degree of Doctor of Letters dari the University of Western Australia di Perth. Pengukuhan dilakukan di Winthrop Hall UWA pada Rabu, pukul 10.30 waktu setempat. Gelar tersebut merupakan yang ke-11 kalinya diterima oleh DR. Susilo Bambang Yudhoyono dari beberapa universitas terkemuka di berbagai negara seperti Inggris dan Jepang.

Gelar Doktor ini diberikan oleh UWA atas wawasan pengetahuan dan pengabdiaan DR. Yudhoyono kepada masyarakat Indonesia serta sumbangsihnya dalam memperkuat hubungan Indonesia - Australia pada masa kepemimpinan. Dengan pemberian gelar tersebut, DR. Yudhoyono juga diminta menjadi visiting professor pada UWA.

Dalam pidatonya, DR. Yudhoyono menyampaikan kepada para wisudawan UWA agar berjuang untuk menjadi agen perubahan, serta menekankan pentingnya upaya mengatasi kemiskinan dan kebodohan. "Pendidikan merupakan investasi  masa depan, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun untuk negara dan masyarakat disekitar kalian."

Disampaikannya bahwa abad ke-21 akan penuh dengan tantangan seiring pula dengan semakin besarnya keterbukaan dan alam demokrasi. Para generasi muda diminta untuk terus mempertahankan idealismenya, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip yang dipegang. "Saya berharap seluruh Wisudawan pada hari ini akan menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan masa depan." Demikian ditegaskan DR. Yudhoyono.

Pemberian acara pemberian gelar tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu,  Bapak Nadjib Riphat Kesoema, Konsul RI Darwin,  Bapak Dipo Alam (mantan Sekretaris Kabinet) dan  DR. Dino P. Djalal (mantan Wakil Menlu).

Selain menerima gelar kehormatan dari UWA, DR. Yudhoyono juga dijadwalkan untuk memberikan public lecture dihadapan sekitar 600 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan publik. Selain itu DR. Yudhoyono dijadwalkan pula untuk berdiskusi dengan para mahasiswa yang mempelajari indonesia, dan juga penerima beasiswa Fogarty.

Bersamaan dengan permintaan menjadi visiting professor, DR. Yudhonyono  menyampaikan kesediaannya  sebagai Senior Research Fellow pada Perth  US-Asia Center.  Perth US-Asia Center adalah lembaga think tank, berkedudukan di Perth, Australia Barat, yang bertujuan melakukan penelitian dan pengkajian terkait isu-isu politik, ekonomi, sosial budaya dan isu strategis lainnya yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi penguatan hubungan kerja sama di antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik serta kawasan Samudera Hindia.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar