Tangkal Ekstremisme dan Radikalisme, Kemlu Gelar Dialog Lintas Agama dan Media di Belanda

Dialog memegang peranan penting dalam upaya menangkal ekstrimisme, radikalisme, dan xenophobia. Oleh karena itu, Indonesia senantiasa mendorong dilakukannya dialog untuk menciptakan harmoni dan perdamaian di tengah keberagaman.

Pada tataran bilateral Indonesia menyelenggarakan dialog lintas agama dengan 25 negara sahabat, sementara pada tingkat regional dan internasional, Indonesia menyelenggarakan dialog dengan sejumlah negara sahabat, antara lain dalam kerangka ASEM, APEC, Asia Pacific Regional Interfaith Dialogue, dan UNAOC.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Esti Andayani, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, ketika membuka Dialog Lintas Agama (DLA) Indonesia – Belanda ke-3 yang dirangkaikan dengan kegiatan Dialog Media di Den Haag, Belanda.

Tema DLA Indonesia – Belanda ke-3 kali ini adalah “Religion, State, and Media in Dialogue: Indonesia – Netherlands Perspective”.

Dialog dilakukan untuk meningkatkan pemahaman publik Belanda mengenai Islam di Indonesia yang moderat, memperkuat status Indonesia sebagai negara yang mengedepankan the force of dialogue, meningkatkan people to people contact serta memperkuat citra Indonesia sebagai salah satu negara pelopor interfaith dialogue.

Kegiatan DLA dan Dialog Media diisi dengan pertemuan dan diskusi bersama kalangan akademisi, tokoh agama, media, dan kalangan masyarakat madani lainnya. Kegiatan yang diadakan antara lain Simposium bertema “Interfaith and Inter-Media Dialogue: Fostering Dialogue and Understanding through Education and Media”, Working Dinner and Follow-up Roundtable Discussion of the Interfaith Dialogue, dan Indonesia Today: Promoting Harmony amongst Religious Diversity.

Dalam seminar bertema Indonesia Today: Promoting Harmony amongst Religious Diversity hadir 80 orang tokoh masyarakat Indonesia di Belanda. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Bahrul Hayat, dan Romo Agustinus Ulahyanan memaparkan antara lain peran negara dalam melindungi kebebasan beragama dan melayani masyarakat beragama di Indonesia, tugas pemerintah untuk menjembatani lalu lintas hubungan antar umat beragama di Indonesia agar tetap harmonis dan damai, menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam menanggulangi situasi konflik antar umat beragama.

Pada waktu yang berbeda, Dirjen Esti Andayani juga mengadakan pertemuan dengan alumni penerima beasiswa Indonesia dari Belanda (Darmasiswa dan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI)) untuk menyampaikan perkembangan terkini tentang Indonesia dan mendorong mereka untuk meningkatkan kontribusi dalam hubungan kedua negara. Hingga tahun 2015 terdapat 67 alumni Darmasiswa dan 13 alumni BSBI asal Belanda.

DLA dan Dialog Media Indonesia-Belanda ke-3 merencanakan sejumlah kegiatan antara lain Visiting Scholars/Professors/researchers and other stakeholders, Joint Research, Youth Programs, Seminars/workshops, Writing Essay contest, Documentary films, Youth exchange programs, Internet education programs, Cultural Programs, Music festivals, Journalist Visit Program (2016), Global Inter-Media Dialogue (2017), Joint Publications on interfaith and inter-media dialogue, Dialog Lintas Agama Indonesia – Belanda ke-4.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar