Libatkan Publik dan Komunitas, Museum KAA Jadi Museum Terbaik di Tingkat Kementerian

Penghargaan kembali didapatkan oleh Museum Konperensi Asia Afrika (Museum KAA) di Taman Sunken, Museum Nasional dalam acara penganugerahan Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kali ini Museum KAA mendapatkan penghargaan sebagai museum terbaik milik kementerian/lembaga/TNI/Polri/Universitas/BUMN.


Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman ini merupakan wujud apresiasi yang diberikan pemerintah kepada perorangan hingga institusi swasta maupun institusi pemerintah yang telah berkontribusi dan bekerja keras dalam melindungi serta melestarikan cagar budaya dan permuseuman di Indonesia. Dalam acara yang dihadiri oleh satuan kerja kebudayaan, pemerintah kota di Indonesia dan tokoh bidang kebudayaan ini, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan, yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan langsung penghargaan kepada Kepala Museum KAA.

Dijelaskan oleh Direktur Pelestari Cagar Budaya dan Museum, Widianto, bahwa salah satu kriteria yang dinilai untuk penghargaan museum terbaik ini adalah kondisi museum yang tidak kuno, baik itu fisik maupun non-fisik. Hal ini agar mendorong citra positif museum di masyarakat yang tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk melestarikan serta memamerkan benda koleksi atau kuno tetapi juga sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan studi.

Di era museum pasca-modern saat ini, selama lebih dari 4 tahun, melalui program participatory public dan community development yang dimiliki, Museum KAA senantiasa berupaya melibatkan peran serta masyarakat dalam proses interpretasi koleksi. Dengan berbagai kegiatan serta inovasi yang diwadahi dalam sebuah portal yang disebut Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA), beragam perspektif akan Nilai-nilai KAA muncul dalam wujud aneka karya, seperti puisi, buku, foto, ilustrasi gambar, serta bermacam kegiatan edukatif dan kreatif. Hal ini tentunya sangat mendorong peran museum sebagai sarana pembelajaran aktif bagi kalangan lintas segmen.

Lebih daripada itu, interpretasi koleksi Museum KAA yang bersifat intangible melalui SMKAA juga terbukti efektif mendorong peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bandung akan sejarah perjuangan diplomasi Indonesia. Peningkatan tersebut berdampak positif pada peran Museum KAA sebagai instrumen diplomasi publik dalam membangun citra dan menanamkan opini publik untuk meraih dan menggalang dukungan baik dari dalam dan luar negeri.

Selain Museum KAA, terdapat 3 museum lainnya yang juga mendapatkan penghargaan untuk bidang anugerah permuseuman pada malam penganugerahan tersebut. Ketiga museum tersebut adalah Museum Provinsi Sumatera Utara untuk kategori Museum Negeri Provinsi Terbaik, Museum 10 November Surabaya sebagai Museum Kabupaten/Kota Terbaik, dan Agung Rai Museum of Art (ARMA) sebagai Museum Swasta Terbaik. Selain itu, pada bidang anugerah permuseuman ini diberikan pula penghargaan kepada Pemerintah yang dinilai paling peduli terhadap Museum di tanah air. Adapun untuk kategori Pemerintah Peduli Museum ini penghargaan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua yang diterima oleh Museum KAA sepanjang tahun 2015 setelah sebelumnya Komunitas Jelajah memberikan penghargaan kepada Museum KAA untuk kategori Fun Museum. Bahkan di tahun 2014, Komunitas Jelajah juga memberikan penghargaan kepada Museum KAA untuk kategori Friendly Museum. Adapun untuk memenangkan kategori Fun Museum, aspek penilaian ditekankan pada atmosfer museum yang dianggap mampu memberikan fantasi, imajinasi, serta kesesuaian kontekstual masa kini antara benda atau koleksi dengan media yang disajikan kepada para pengunjung maupun partisipan museum. Sedangkan untuk penghargaan Friendly Museum, penilaian diberikan terhadap aspek afeksi dan sosial Museum KAA, khususnya dalam hal membuat dan menjalankan program yang melibatkan masyarakat baik itu dalam lingkup eksternal maupun internal.

Pemberitaan mengenai penerimaan penghargaan oleh Museum KAA ini juga mendapatkan apresiasi yang sangat baik di media sosial. Dalam waktu kurang dari 12 jam setelah diunggah melalui akun twitter Kementerian Luar Negeri, pemberitaan telah mendapatkan engagement yang baik dari publik. Tingginya nilai engagement tersebut dapat dikatakan pula sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan masyarakat yang baik pula terhadap Museum KAA.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar