​Lokakarya Nasional Revitalisasi Pembangunan Rempah Indonesia: Integrasi dari Hulu ke Hilir

Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Pemprov Maluku Utara, Kementerian Pertanian serta Dewan Rempah Indonesia (DRI) Pusat dan DRI Maluku Utara telah menyelenggarakan Lokakarya Nasional dengan tema Revitalisasi Pembangunan Rempah Indonesia: Pengembangan Integrasi Hulu Hilir Rempah Indonesia di Ternate pada 21-23 Oktober 2015. Kegiatan ini  juga didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Lokakarya dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari berbagai Kementerian, Dinas Pertanian dari berbagai provinsi/kabupaten/kota, para peneliti, akademisi, eksportir, importir, serta petani dan pengumpul rempah dari Prov. Maluku Utara, Sulawesi Utara, Aceh, dan daerah provinsi lain.

Isu yang dibahas dalam lokakarya meliputi aspek kebijakan, peningkatan daya saing, teknologi pengembangan rempah, upaya peningkatan produktivitas, pengolahan dan penyimpanan, hingga pengembangan pasar rempah ke luar negeri.

Dalam sambutannya, Duta Besar Dimas Samodra Rum, Wakil Ketua Kelompok Kerja Diplomasi Ekonomi Kemlu RI, menyampaikan bahwa sudah saatnya Indonesia menjual rempah dalam bentuk barang jadi bernilai tambah sehingga tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah sebagaimana telah dilakukan beratus-ratus tahun.

“Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri terus berupaya meningkatkan akses pasar dan menjajaki peluang kerja sama dalam bentuk kemitraan maupun investasi di bidang pengolahan komoditas rempah untuk memberikan nilai tambah kepada rempah Indonesia” jelas  Direktur KSI Amerop, Dewi Gustina Tobing, dalam paparannya pada sesi kebijakan.

Dalam upaya memperluas pasar luar negeri, Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan special session yang menghadirkan pembicara dari KBRI Brussel, perusahaan Verstegen Spice Group B.V. Belgia, dan International Pepper Community.

Selain itu, untuk memfasilitasi kerja sama bisnis secara konkrit antara eksportir dan importir rempah sekaligus untuk memperluas pasar, Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerop, Kementerian Luar Negeri, juga menyelenggarakan business meeting antara pelaku usaha rempah Indonesia dengan pengusaha Verstegen Spice Group dari Belgia dan East Indian Agency Products dari Jepang. Kegiatan temu bisnis ini dihadiri lebih kurang tiga puluh orang eksportir, pengumpul, dan petani rempah. 

Sumber : http://www.kemlu.go.id/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar