Pelaku Usaha Bremen Antusias dengan Potensi Ekonomi Indonesia

Para pelaku usaha di Kota Bremen, Jerman Utara, menyambut positif berbagai perkembangan terkini mengenai berbagai program dan kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo, yang terfokus dalam perbaikan iklim usaha serta perluasan kerja sama di berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Antusiasime ini terungkap dengan jelas selama kegiatan Indonesian Business Dinner di Kota Bremen.

Acara tatap muka antara Perwakilan RI dengan para pelaku usaha di Kota Bremen tersebut merupakan kegiatan yang diinisasi oleh KBRI Berlin dan didukung oleh KJRI Hamburg. Kegiatan Indonesian Business Dinner dihadiri oleh Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakepri) Berlin serta narasumber dari Wakil Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan Kepala Pusat Informasi Investasi Indonesia, yang keduanya berkedudukan di London, Inggris. Hadir sebagai peserta dalam kegiatan dimaksud adalah beberapa kalangan pengusaha asal Bremen dan otoritas pelabuhan Bremenports.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakepri Berlin, Dr. Siswo Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan Indonesian Business Dinner secara umum bertujuan untuk memberikan informasi terkini terkait perkembangan kondisi makroekonomi Indonesia, khususnya pasca 1 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain itu, kegiatan dengan format yang informal dan cair tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi 2 arah yang efektif, antara pihak Pemerintah Indonesia dengan para pelaku usaha dan stakeholders terkait di Kota Bremen. Komunikasi yang berlangsung cair juga diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha dan stakeholders terkait di bidang ekonomi dalam melaksanakan hubungan bisnis atau kerjasama di berbagai sektor ekonomi lainnya dengan Indonesia.

Wakil Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Elsya Chani, menyampaikan bahwa secara garis besar fokus kebijakan moneter Pemerintah RI saat ini diarahkan untuk menekan defisit neraca berjalan (current account) yang bertujuan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Kebijakan lainnya juga diarahkan untuk menekan dampak negatif dari penurunan harga komoditas dunia dan potensi capital outflow yang dikhawatirkan dapat menganggu stabilitas perekonomian Indonesia jangka pendek.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Investasi Indonesia, Nurul Ichwan, mengajak para pelaku usaha di Kota Bremen untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Disampaikan pula bahwa dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015 nanti, Indonesia akan menjadi lokasi yang sangat strategis bagi berbagai macam investasi di wilayah Asia Tengggara. Indonesia merupakan pasar dan perekonomian terbesar di kawasan ASEAN.

Selain itu, berbagai program pengembangan dan perbaikan infrastruktur juga menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan Pemerintah RI hingga 5 tahun kedepan. Agenda pembangunan tersebut di antaranya pengembangan kapasitas infrastruktur, pembangunan pembangkit listrik kapasitas 35.000 megawatt, pembangunan dan ekspansi pelabuhan utama (main ports) dan pelabuhan pendukung (feeder ports) guna memaksimalkan kapasitas maritim yang dimiliki Indonesia.

Atas berbagai rencana pembangunan tersebut dan guna mendorong pertumbuhan sektor-sektor industri unggulan Indonesia, Pemerintah RI juga telah meluncurkan berbagai paket kebijakan ekonomi sejak bulan September 2015 yang lalu yang secara umum bertujuan memberikan berbagai kemudahan dan insentif (berupa paket kebijakan tax allowances dan tax holiday serta percepatan proses pengurusan lisensi investasi) bagi para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan investasi dan usahanya di sektor industri di Indonesia. Paket kebijakan tersebut juga menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah RI saat ini untuk terus mendorong perbaikan ease of doing business di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, para pelaku usaha dari Kota Bremen secara umum sangat tertarik untuk melakukan bisnis dan investasi di Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya beberapa perusahaan yang telah memiliki hubungan bisnis selama puluhan tahun dengan Indonesia. Postur demografi penduduk yang didomniasi kelas menengah yang besar dan produkstif serta sumber daya alam yang dimiliki menjadi faktor pendorong ketertarikan para pelaku usaha tersebut. Diharapkan dengan adanya perhatian khusus Pemerintah RI untuk mengurai kompleksitas birokrasi, perizinan dan regulasi sektor ekonomi, khususnya penyederhanaan proses lisensi dan streamlining peraturan di bidang investasi dari tingkat pusat hingga daerah dapat mendorong percepatan realisasi minat hubungan bisnis dan investasi para pelaku usaha dari Kota Bremen.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar