​Pengakuan Internasional kepada ICW dalam Upaya Capai Indonesia Bebas KKN

Lembaga penggiat anti korupsi, Indonesian Corruption Watch (ICW) memperoleh special award yakni "2015 Honourable Mention" pada malam penganugerahan "Allard Prize for International Integrity", yang berlangsung di Auditorium Peter A. Allard School of Law, University of British Columbia, Vancouver pada tanggal 1 Oktober 2015.

Allard Prize for International Integrity disponsori oleh Peter A. Allard, praktisi hukum dan philanthropist alumnus Fakultas Hukum UBC yang memberikan hadiah sebesar CAD 100.000 kepada individu, gerakan atau organisasi yang dinilai memiliki dedikasi, keberanian dan kepemimpinan dalam pemberantasan korupsi, utamanya melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas dan penegakan hukum. Allard Prize for International Integrity pertama kali dilangsungkan pada tahun 2013 yang diberikan kepada aktivis India, Anna Hazare dan selanjutnya penghargaan tersebut diadakan setiap 2 tahun sekali.

Untuk tahun 2015, terpilih 4 (empat) finalis hasil seleksi dari 146 individu/organisasi yang berasal dari 53 negara yakni ICW (Indonesia), John Githongo (Kenya), Rafael Marques De Morais (Angola) dan Sergei Magnitsky (Rusia). Allard Prize Committee menetapkan John Githongo dan Rafael Marques De Morais sebagai pemenang yang masing-masing menerima hadiah CAD 50.000. Sedangkan ICW dan Sergei Magnitsky memperoleh "Honourable Mentions" dan masing-masing mendapatkan hadiah sebesar CAD 10.000. Mewakili ICW dalam malam penganugerahan penghargaan tersebut Ibu Sely Martini, Planning, Monitoring dan Evaluasi ICW.

"Keberhasilan ICW menjadi finalis dan kemudian memperoleh "2015 Honourable Mention" dalam ajang bergengsi Allard Prize for International Integrity merupakan hal yang patut diapresiasi dan menunjukkan komitmen kuat dari masyarakat Indonesia untuk memerangi korupsi" demikian diungkapkan Konsul Jenderal RI Vancouver yang turut hadir pada malam penganugerahan penghargaan tersebut.

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gerakan anti korupsi yang dilakukan oleh ICW, pada tanggal 2 Oktober 2015 dilangsungkan acara tatap muka masyarakat Indonesia di Vancouver dengan wakil dari ICW, Sely Martini yang menyampaikan paparan dengan judul " Berbagi Peran Membangun Negeri, Berbagi Peran Memberantas Korupsi".
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar