Sarasehan Membangun Wisata Bahari, Dukungan Kemlu bagi Pengembangan Wisata Bahari Indonesia

Dalam upaya mencapai target 20 juta kunjungan wisata mancanegara di tahun 2019 serta sejalan dengan komitmen kabinet kerja di bidang kemaritiman dan visi Presiden RI yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang berbasis bahari.

Wisata bahari merupakan salah satu program unggulan dan prioritas dalam pembangunan kepariwisataan nasional dengan arah pengembangan yang terdiri dari: pengenalan tempat tujuan wisata, dukungan bagi kampanye pelestarian lingkungan, dan peningkatan wisata budaya bahari.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang terdiri dari 17.508 pulau dimana 10.000 diantaranya adalah pulau-pulau kecil. Dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, luas laut yang mencapai sekitar 3,1 juta km2, dan terumbu karang sekitar 50.875 km2, Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata baharinya.

Dalam pengembangan daerah tujuan wisata bahari ini perlu dikembangkan strategi peningkatan kerja sama antar sektor baik di tingkat pusat maupun provinsi serta membangun kerja sama antar daerah. Selain itu, masukan dari akademisi, biro wisata, penggiat wisata, pelaku usaha bahari, jurnalis wisata, serta instansi terkait di bidang wisata bahari diperlukan dalam penyempurnaan strategi pengembangan wisata bahari Indonesia.

Berkaitan dengan hal di atas, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Sarasehan yang bertema Membangun Wisata Bahari untuk Kemajuan Negeri di atas kapal KM Kelud yang berlayar dari Jakarta ke Batam tanggal 2 – 3 Oktober 2015. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelaku dan asosiasi pariwisata bahari di Indonesia, akademisi, travel writer, komunitas backpacker, serta Kementerian/Lembaga terkait untuk berbagi informasi terkait wisata bahari unggulan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika mengharapkan agar kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antar sektor dan daerah serta pelaku dan asosiasi wisata bahari, serta untuk terus mendorong mempromosikan potensi pariwisata Indonesia di luar negeri, khususnya di kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

Dalam hal ini peranan Perwakilan RI menjadi ujung tombak yang harus bersinergi dengan pemangku kepentingan di dalam negeri. Diharapkan kedepannya pariwisata dapat menjadi sektor unggulan yang mampu memberikan sumbangsih lebih besar terhadap perekonomian nasional, salah satunya dalam hal devisa negara. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar