Urgensi Garap Kerjasama Pendidikan Tinggi Dengan Afrika​

Afrika merupakan pasar sangat menjanjikan untuk berbagai produk dan jasa RI, termasuk pendidikan. “Dengan pertumbuhan ekonomi relatif stabil berkisar antara 6%-7% pertahun dan pertumbuhan  masyarakat kelas menengah 3,2% per tahun yang saat ini mencapai 300 juta orang, serta tren meningkatnya minat warga Afrika menempuh pendidikan tinggi  di luar negeri, terbuka peluang untuk menjaring mahasiswa Afrika agar belajar di Indonesia.” Demikian disampaikan Lasro Simbolon, Direktur Afrika, Kementerian Luar Negeri RI dalam sambutannya pada acara Lokakarya bertema “Optimalisasi Peluang Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia dengan Afrika”, yang diselenggarakan Direktorat Afrika, Kementerian Luar Negeri, tanggal 13 Oktober 2015 di Yogyakarta.

Direktur Afrika menambahkan bahwa Indonesia belum dipandang oleh para mahasiswa Afrika umumnya sebagai destinasi penting untuk melanjutkan studi, tercermin dari jumlah mahasiswa Afrika di Indonesia yang saat ini mencapai tidak lebih dari 300 orang, jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan mahasiswa Afrika yang belajar di beberapa negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 11.800 orang. Kerjasama antar perguruan tinggi dengan Afrika juga masih belum berkembang. Tercatat hanya segelintir perguruan tinggi RI yang telah menjalin kerja sama terbatas dengan Afrika.

Ke depan, dalam pandangannya, Indonesia perlu menggarap secara lebih serius peluang pasar jasa pendidikan tersebut guna menjaring lebih banyak mahasiswa Afrika untuk penempuh studi di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan promosi  program-program  studi unggulan berbagai perguruan tinggi RI ke kawasan, memperluas jejaring dan kerjasama antar perguruan tinggi RI dengan kawasan dalam bentuk pertukaran staff pengajar dan mahasiswa dan pelatihan, disamping memberikan kemudahan memperoleh ijin tinggal/visa untuk belajar.

Kehadiran banyak mahasiswa Afrika yang belajar di Indonesia mempunyai makna sangat penting dalam menjaga dan memperkuat reputasi serta hubungan RI dengan kawasan Afrika jangka panjang mengingat mereka suatu saat nanti akan menjadi tokoh penting/pemimpin pemerintahan, dunia usaha dan kalangan akademis  di  negaranya masing-masing.

Pada acara tersebut Direktur Afrika telah bersilahturahmi dengan sekitar 30 mahasiswa asal Afrika dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa dan menyampaikan pesan mengenai komitmen Pemerintah RI untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Afrika serta mengharapkan agar setelah lulus dari perguruan tinggi RI mereka dapat menjadi agen pembangunan negaranya dan tetap menjadi sahabat Indonesia. Pada sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyerukan kemudahan memperoleh rekomendasi dari dari Kemenristek dan Dikti bagi mahasiswa asal Afrika untuk mendapatkan ijin tinggal dari Ditjen Imigrasi.

Lokakarya menghadirkan sebagai pembicara Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., MT, Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset,Teknologi dan Perguruan Tinggi; Mulia Purnamawati, S.H, Pejabat Senior Direktorat Ijin Tinggal dan  Status  Keimigrasian, Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum  dan HAM; dan Dr. Danang Sri Hadmoko, SSi, M.Sc, Deputi Direktur Kantor Urusan Internasional, Universitas Gadjah Mada.

Acara dihadiri oleh perwakilan Kantor Urusan Internasional berbagai universitas negeri dan swasta di wilayah Pulau Jawa yang telah memiliki dan akan membuka program studi unggulan untuk diikuti oleh mahasiswa asing, termasuk asal Afrika, serta perwakilan media nasional. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar