Bandung Menyalakan Kembali Semangat Pemuda Asia Afrika

Dalam rangka mengenal sejarah dan kebudayaan Asia dan Afrika lebih dalam, para peserta Asia Africa Youth Partnership (AAYP) program 2015 diajak mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) yang terletak di Bandung, Jawa Barat (2/11)

Selama mengunjungi MKAA para peserta mendapat penjelasan mengenai Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Saat itu, para delegasi yang berasal dari 29 negara peserta konferensi berkumpul di Bandung, Indonesia untuk membahas perdamaian, keamanan, dan pembangunan ekonomi di tengah-tengah berbagai masalah yang muncul di berbagai belahan dunia.

Semangat yang sama diharapkan masih dimiliki oleh generasi muda saat ini yang memiliki kesempatan dan jalur beragam untuk meningkatkan kemampuan mereka ditengah-tengah berkembangnya teknologi dan globalisasi.

Teknologi tidak lepas dalam kehidupan generasi muda saat ini, terutama peranan sosial media. Melalui medium ini, generasi muda memiliki kemampuan lebih untuk menjadi aktor diplomasi publik bagi kerja sama Asia Afrika. Para peserta diajak untuk berbagi foto dan pengalaman menarik mereka melalui akun media sosial yang dimiliki agar pesan mengenai kegiatan ini akan tersebar lebih luar lagi.

Menyadari betapa pentingnya peranan pemuda dalam sejarah dan masa depan Asia Afrika, para peserta merumuskan “Asian African Youth Message for the World” yang merupakan hasil buah pemikiran dan komitmen mereka sebagai generasi muda dalam memperkuat dan meningkatkan kerja sama antar kedua benua.

“Do not underestimate the power of the young generation, the only way to stand strong is to stand together. Let's forget our differences, cooperate and work together towards better relations between Asia – Africa” ujar salah satu wakil dari benua Afrika, Susan Mapfumo (Zimbabwe), saat membacakan rumusan dari pesan-pesan para peserta.

Bandung sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika telah memberikan banyak pengalaman baru bagi para peserta program AAYP 2015, termasuk di dalamnya pengenalan terhadap budaya Indonesia. Peserta mengunjungi Saung Angklung Udjo dimana mereka diajak memainkan angklung dalam harmonisasi tradisional maupun modern.

Selain Bandung, kota lain yang dikunjungi adalah Jakarta dimana para peserta mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Museum Fatahillah dan Museum Wayang di Kota Tua serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dimana mereka mengunjungi berbagai anjungan untuk mengenal beragam budaya Indonesia.

Diharapkan selepas kegiatan ini, para peserta dapat menularkan semangat yang tertuang dalam Asian African Youth Message kepada pemuda pemudi di negaranya masing-masing.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar