Enyahkan Stunting, Peneliti Indonesia Bikin Suplemen dari Ikan Lokal

Masalah kejadian tubuh pendek (stunting) karena kurang gizi banyak dihadapi oleh anak-anak Indonesia. Meski telah banyak bentuk suplemen yang layak untuk meningkatkan status gizi, namun kenyataannya prevalensi stunting tiap tahun malah meningkat.

dr Eva Yuniritha, M.Biomed, dari Poltekes Kementerian Kesehatan Padang mengatakan hal tersebut terjadi karena asupan zink makanan yang tidak cukup. Oleh karena itu ia pun melakukan studi eksperimen kira-kira bahan pangan lokal apa yang mengandung zink dengan jumlah tinggi sehingga bisa dijadikan suplemen.

"Penggunaan zink dari bahan lokal sebagai bahan baku suplementasi zink belum pernah digali dan dikembangkan. Suplementasi zink yang sudah dilakukan berasal dari bahan an organik yang pemberiannya dikombinasi dengan Fe, vitamin A, dan beberapa zat gizi mikro lain," kata dr Eva.

"Saya ingin melihat potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan oleh anak Indonesia untuk memaksimalkan tumbuhnya," lanjutnya ketika memaparkan studi pada acara Parade Doktor di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2015).

dr Eva akhirnya menolehkan perhatian pada sosok ikan kecil yang disebut masyarakat Sumatra Barat ikan bilih (M-padangensis). Ikan tersebut biasa dijadikan pangan dan diketahui punya kadar zink yang sangat tinggi sekitar 17,329 miligram (mg).

Dengan melakukan eksperimen di enam laboratorium dihasilkan lah suplemen dalam bentuk ekstrak dan ada juga tepung dari ikan bilih. Dilaporkan bahwa dalam bentuk ekstrak, zink yang diperoleh bisa mencapai 161,9 gram dan dalam bentuk tepung ada 28,2 gram.

"Saya berikan suplemen ini selama tiga bulan di daerah yang prevalensi stuntingnya tinggi 40%. Hasilnya daya terima anak sangat baik untuk pertumbuhan fisik ada 15,71 sentimeter yang melebihi rata-rata pertumbuhan tinggi anak normal pada tahun kedua dan ketiga kehidupannya," papar dr Eva.

Melihat hasil yang baik tersebut dr Eva mengatakan perlu studi lebih lanjut untuk mengungkap manfaat dari ikan karena ia ada banyak jenisnya. Selain di Sumatra Barat, ikan juga ada di Sumatra Utara dengan nama ikan pora-pora, pulau Jawa dengan nama wader, dan Kalimantan dengan nama bader.

Sumber : http://health.detik.com/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar