Indonesia Perkuat Komitmen Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

“Indonesia mendesak para negara pihak UNCAC untuk memperkuat kerja sama pemulihan aset”, demikian disampaikan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly selaku Ketua Delegasi RI dalam Sesi ke-6 Conference of the States Parties to the United Nations Convention against Corruption (Sesi ke-6 CoSP UNCAC) yang diadakan di St. Petersburg, Rusia,(2-6/11). Delegasi Indonesia beranggotakan perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, Polri, Kementerian Luar Negeri, KBRI/PTRI Wina dan KBRI Moskow. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Hukum dan HAM RI menegaskan beberapa kendala dalam pemulihan aset terutama kurangnya kepercayaan, komunikasi, kemauan politik, serta perbedaan sistem hukum antara negara peminta (requesting states) maupun negara diminta (requested states). Indonesia mendorong negara pihak untuk memperkuat kemauan politiknya dalam pemberantasan korupsi, khususnya dalam pemulihan aset. 

“Bantuan teknis dalam penanggulangan kejahatan keuangan, penelusuran aset dan pemulihan aset merupakan hal yang penting”, demikian ungkap Menteri Hukum dan HAM RI. Lebih lanjut, Menteri Hukum dan HAM RI menegaskan pentingnya dialog konstruktif antara otoritas sentral dan juga otoritas terkait lainnya guna memastikan permintaan kerja sama yang bona fide dapat dilaksanakan secepatnya. 

Pada pertemuan di St. Petersburg yang sekaligus menandai tahun terakhir dari review implementasi UNCAC putaran pertama, Menteri Hukum dan HAM RI menegaskan kembali komitmen dan kesiapan Pemerintah RI untuk berpartisipasi dalam review implementasi putaran kedua terhadap Bab II (Preventive Measures) dan Bab V (Asset Recovery) UNCAC yang harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi, efisien, non-intrusif, inklusif dan imparsial sesuai dengan Resolusi 3/1 pada CoSP UNCAC ke-4 di Marakesh, Maroko. 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar/Wakil Tetap RI pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Wina, Duta Besar Rahmat Budiman, atas nama kelompok G77 dan Tiongkok, mengemukakan dua isu utama terkait pemulihan aset dan mekanisme review UNCAC putaran kedua. 

CoSP UNCAC merupakan forum terbesar bagi para negara pihak UNCAC guna membahas isu-isu terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi yang diadakan dua tahunan. Sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, Indonesia telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan CoSP UNCAC ke-2 di Bali, tahun 2008.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar