Jogja-Netpac Asian Film Festival Siap Digelar

Jogja Netpac-Asian Film Festival (JAFF) akan kembali digelar tahun ini pada 1-6 Desember mendatang. Tema yang diangkat adalah (Be)Coming.

Tema ini dirasa istimewa karena bukan hanya menandai 10 tahun JAFF digelar, tetapi juga menegaskan upaya yang kuat agar film Asia diterima oleh publik Asia sendiri dan internasional. Sepuluh tahun berlalu, dan film Asia mulai mendapatkan tempat di ruang tonton masyarakat melalui bioskop, televisi, dan terutama festival film di Asia, Eropa dan Amerika.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, JAFF akan menyelenggarakan program rutin pemutaran film pendek dan panjang. Pemutaran film panjang adalah Asian Feature, The Faces of Indonesia Cinema Today, Tedy Soeriaatmadja's way, Films by JAFF Persons, Focus on Chinese Cinema, Korean Cinema Splash dan Japan Day: Fillmmaker Choices of Japanese Films.

Sedangkan film pendek terangkum dalam Light of Asia 10 Films from Culture Office of Yogyakarta, Short Film Splashes, Viddsee Short Film Showcase, Special Screening Project: An Invitation to Experience Humanity bersama babibutafilm, dan A Pilgrimage to Gatot Prakosa by buttonijo.

Asian Doc (prototype program) merupakan program kerjasama dengan FFD. JAFF juga akan bekerja sama dengan Festival Film Prancis (IFI). Tahun ini, pemutaran film akan diselenggarakan di XXI Urip Sumoharjo Yogyakarta dan Taman Budaya Yogyakarta.

Selain pemutaran film reguler tersebut, ada tiga program fringe yaitu Open Air Cinema, Community Forum dan Public Lecture. Program Open Air Cinema ada di lima titik seputar Yogyakarta, yaitu Kotagee, Kraton, Banyuraden, Kasihan dan Sedan. Sedangkan Community Forum akan diadakan di Loop Station Jogja, yang terletak di selatan Taman Budaya Yogyakarta.

Sejalan dengan film-film yang diputar, Public Lecture yang diselenggarakan di Bentara Budaya dan IFI-LIP Yogyakarta itu akan mendiskusikan beberapa topik penting. Topik-topik tersebut antara lain Menjadi Asia, Membaca Asia lewat Cina, Pengaruh Sinema Jepang terhadap Sinema Indonesia, Sinema Jogja, Bedah Buku Krisis dan Paradoks Film Indonesia (1900-2015) dan Stratefi Promosi dan Festival.

Sumber : http://hot.detik.com/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar