Mahasiswa adalah Penerus Proses Integrasi ASEAN di Masa Depan

Pembentukan Masyarakat ASEAN tahun 2015 bukan merupakan akhir dari proses integrasi ASEAN, namun proses itu terus berlanjut ke masa depan. Terkait hal itu, para mahasiswa sebagai calon penerus pengambil kebijakan di masa depan akan mendapatkan tugas untuk meneruskan proses integrasi ASEAN tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN I Gusti Wesaka Puja kepada para mahasiswa Universitas Padjadajaran dalam acara “Dialog Mahasiswa tentang Visi ASEAN 2025” di Bandung, Sabtu (31/10). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN dalam rangka mensosialisasikan Visi Masyarakat ASEAN 2025 yang akan disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-27 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, bulan November mendatang.

Lebih lanjut Dirjen Kerja Sama ASEAN menjelaskan bahwa pasca-2015, ASEAN diharapkan tetap menjadi kawasan yang damai, stabil dan tangguh dan memiliki kapasitas untuk merespons secara efektif berbagai tantangan, dengan tetap menjaga sentralitas ASEAN. “Selain itu, ASEAN juga diharapkan tetap menjadi kawasan yang outward-looking, dengan perekonomian yang dinamis, berkelanjutan dan terintegrasi,” kata Direktur Jenderal.

Dalam kaitan itulah, tambah Direktur Jenderal, High Level Task Force (HLTF) on ASEAN Community’s Post-2015 Vision telah menyusun dokumen ASEAN Vision 2025: Forging Ahead Together atau Visi Masyarakat ASEAN 2025 sebagai upaya mewujudkan mewujudkan Masyarakat ASEAN yang berbasis aturan, berorientasi masyarakat, dan berpusat pada masyarakat. “Kedepan, masyarakat ASEAN diharapkan akan menikmati hak asasi manusia dan kebebasan mendasar, kualitas hidup yang lebih tinggi dan memperoleh manfaat dari proses pembangunan,” jelas Direktur Jenderal.

Lebih dari seratus orang mahasiswa mengikuti dengan seksama penjelasan dari Dirjen Kerja Sama ASEAN dan pembicara lain. Selain Dirjen KSA, pembicara lainnya adalah Prof. Yanyan M. Yani, Ph.D. (Universitas Padjadjaran), Teuku Rezasyah, Ph.D. (Universitas Padjadjaran, M. Chandra Widya Yudha (Direktur Polkam ASEAN) dan Iwan Suyudhie Amri (Sesditjen Kerja Sama ASEAN).

Antusiasme para peserta juga diperlihatkan dalam sesi tanya jawab dengan banyaknya minat mahasiswa untuk bertanya kepada para pembicara. Beberapa pertanyaan yang muncul berkisar pada kesiapan Indonesia dalam memasuki masyarakat ASEAN 2015 serta isu-isu terkini di ASEAN seperti penanganan illegal fishing, masalah asap lintas batas, terorisme, masalah pengungsi dan sebagainya. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar