Pertamina: Tahun Depan RI Tak Impor Solar Lagi

PT Pertamina (Persero) menargetkan mulai tahun depan tidak lagi mengimpor minyak solar. Produksi solar diprediksi berlebih seiring diberlakukannya kebijakan mandatori biodiesel 20% alias B20.

B20 maksudnya, setiap liter solar yang dijual di SPBU wajib dicampur bahan bakar nabati jenis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 20%. Bahkan untuk pembangkit listrik diesel PLN campuran FAME mencapai 30% atau B30.

"Tahun depan dijual SPBU jadi 20% dan PLN 30%, jadi impor solar yang hilang (nggak impor). Jadi kita benar-benar nggak perlu impor lagi," kata. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Dengan adanya penambahan kandungan BBN hingga 20% di biosolar bersubsidi untuk kendaraan pada 2016, Pertamina mampu produksi solar 400.000 barel per bulan.

"Perkiraan 400.000 barel per bulan," tambahnya.

Surplus solar juga diperoleh dari program Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) hingga penurunan konsumsi solar. Kapasitas kilang Pertamina yang bertambah akibat berkurangnya produksi minyak tanah sehingga mampu menaikkan fungsi kilang untuk pengolahan solar.

"Pertamina sudah upgrade kapasitas RFCC sehingga menambah pasokan solar, kedua konsumsi turun sehingga suplai tambah, ketiga naikkan proporsi FAME (BBN) ke solar murni," ujarnya.

Kelebihan pasokan tersebut rencananya bakal dieskpor atau dijual kepada perusahaan migas lain.

"Kalau kelebihan dijual ke pesaing Pertamina. Kedua diekspor," jelasnya.

Sumber : http://finance.detik.com/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar