Tak Lagi Ada Makelar, Pertamina Hemat Rp 6 T

PT Pertamina (Persero) sejak awal tahun sampai saat ini berhasil menghemat US$ 454 juta atau sekitar Rp 6,2 triliun. Penghematan tersebut dapat tercapat salah satunya dengan berhasil menyingkirkan middle man (perantara) dan membenahi kontrak-kontrak kerja sama minyak dan gas (migas) yang menggunakan perantara.

"Itu betul (hemat triliunan) salah satunya karena dapat membuang middle man, membenahi kontrak-kontrak lama yang pakai penguasa," ungkap Bambang.

Bambang mencontohkan, banyak sekali kontrak kerja sama Pertamina dengan pihak ketiga sebelum-sebelumnya yang berjangka panjang namun nilainya terlalu tinggi atau mahal.

"Banyak kontrak-kontrak sewa kapal jangka panjang dan harga mahal, masih banyak punya kontrak kerja sama lainnya yang nilainya terlalu tinggi," kata Bambang yang resmi menjabat Direktur Pemasaran Pertamina pada 28 November 2014 lalu.

Termasuk pembenahan kontrak Oil Tangking Merak (OTM). Bambang mengatakan, kontrak dengan OTM ini sedang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"OTM itu aslinya Oil Tangking Merak, milik Oil Tangking GmbH perusahaan asal Jerman. Lalu dibeli oleh pengusaha berinisial MR dan anaknya, lalu diubah menjadi Orbit Terminal Merak (OTM)," jelasnya.

"Selain itu kita saat ini dalam impor produk baik BBM, minyak mentah hingga LPG menerapkan tender terbuka, pakai 2 harga, Free on board (FOB) berapa, CFR (Cost and Freight) berapa. Kita bisa hitung lebih efisien mana, kita ambil atau terima di sini," tutup Bambang.

Sumber : http://finance.detik.com/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar