Bahasa Indonesia Paling Populer di App Belajar Bahasa di Australia

Sebuah aplikasi telah dibuat oleh pemerintah Australia guna mendorong lebih banyak lagi anak-anak Australia belajar bahasa asing. Dari lima bahasa yang diperkenalkan, bahasa Indonesia sejauh ini paling populer.

Aplikasi itu dibuat karena dalam 50 tahun terakhir, murid sekolah di Australia yang belajar bahasa asing, turun dari angka 40 persen menjadi sekitar 12 persen ketika mereka berada di kelas 12.

Sekarang pemerintah Federal Australia melakukan uji coba dengan menciptakan app untuk anak-anak di bawah lima tahun, dimana mereka berkesempatan mempelajari satu dari lima bahasa asing.

Secara keseluruhan ada 35 app yang dibuat oleh Early Learning Languages Australia (ELLA), yang berisi tujuh app khusus untuk mempelajari lima bahasa yaitu Mandarin, Jepang, Indonesia, Perancis dan Arab.

Menteri Pendidikan Australia Simon Birmingham mengatakan uji coba ini sudah dilakukan di 41 playgroup (di Australia, disebut preschool) berbeda.

"Uji coba ini memberikan akses bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun kesempatan belajar bahasa asing lewat app," kata Birmingham.

Senator Birmingham mengatakan di Australia minat untuk belajar bahasa Indonesia sebenarnya menurun di tingkat sekolah menengah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun dalam uji coba sejauh ini, bahasa yang popular dalam penggunaan app ini adalah bahasa Indonesia.

"Bila ada pertanda bahwa kita bisa memberikan dorongan kepada mereka sejak usia dini, maka itulah yang harus lebih banyak dilakukan," kata Senator Birmingham.

App bahasa sambil bermain ini sekarang akan diujicobakan di sekitar 1000 play group dengan biaya sekitar $ 6 juta (sekitar Rp 60 miliar).

Di tahun 2015, pemerintah Federal Australia mengalokasikan dana sebesar $ 9,8 juta untuk melakukan uji coba online untuk mengetahui cara yang efektif untuk mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak.

Namun pemerintah berharap keadaan itu akan berubah, dan sekarang mulai mencari sasaran anak-anak yang lebih muda, dengan bantuan app, yang menjadi sasaran adalah anak antara usia 4 sampai 5 tahun.

Senator Birmingham mengatakan bila uji coba lanjutan ini dianggap berhasil, maka app ini akan diberlakukan secara nasional mulai tahun 2017.

Ada juga rencana untuk membuat app untuk pelajaran matematika dan sains.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar