Satlak Prima Janjikan Atlet Tidur Lebih Nyenyak & Uang Saku Lebih Banyak

Demi memenuhi target di Olimpiade dan Asian Games, Satuan Pelaksana (Satlak Prima) Program Indonesia Emas (Prima) meminta atlet bekerja ekstra keras. Mereka bakal membayar dengan garansi kenyamanan untuk para atlet. 

Satlak Prima memasang target meraih minimal dua medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan peringkat sepuluh besar Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Tugas itu jelas bukan pekerjaan mudah jika berkaca hasil dari edisi sebelumnya. 

Indonesia gagal meraih emas satupun di Olimpiade 2012 London. Malah, penampilan kontingen Merah Putih ternoda dengan munculnya kartu hitam kepada pemain ganda putri, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, di cabang olahraga bulutangkis. 

Indonesia juga hanya ada di urutan ke-17 Asian games 2014 Incheon, Korea Selatan. Kala itu, Indonesia hanya meraih empat emas dari donasi bulutangkis (2 emas), atletik (1 emas), dan wushu (1 emas). 

Berkaca kepada hasil di Asian Games tahun-tahun sebelumnya, posisi sepuluh besar bisa didapatkan dengan syarat minimal meraih sepuluh emas. Satlak Prima sudah memiliki perhitungan tersendiri untuk bisa memenuhinya. 

Secara teknis, Satlak Prima menyiapkan rencana detail perekrutan atlet, latihan, hingga try out sebelum ke Olimpiade dan menuju Asian Games. Dari aspek pendanaan, Satlak Prima menjamin tak ada istilah dana talangan oleh PB lagi dan tunggakan uang saku para atlet. 

"Dengan target itu tentunya pemerintah jelas mempunyai komitmen yang sangat kuat. Nah, Satlak Prima merupakan komitmen pemerintah itu," kata Achmad Sutjipto. 

"Kami akan membuat tidur para atlet lebih nyenyak, uang saku lebih besar, tentunya latihan juga harus lebih keras. Atlet juga tak boleh gamang menatap masa depan. Kami akan siapkan cara terbaik agar atlet bisa kembali ke masyarakat secara wajar nantinya. 

"Masalah uang saku itu masalah yang sangat sensitif di media. Kalau uang saku terlambat sama dengan manajemen yang kacau. Kami berusaha agar tidak terlambat. Satlak Prima adalah organisasi nonpemerintah meskipun itu dibentuk oleh pemerintah. Kami tidak memegang keputusan," jelas dia. 

Sebagai gambaran dalam pelaksanaan pelatnas sebelumnya, tunggakan uang saku dan kesediaan peralatan dan perlengkapan latihan-perlombaan selalu jadi masalah. Maka, berulangkali muncul istilah dana talangan untuk menutup kebutuhan itu.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar