Perwakilan 17 Negara Kumpul di Semarang Bahas Keamanan Maritim Asia-Australia

Perwakilan badan keamanan laut dari 17 negara berkumpul di Kota Semarang untuk membahas sinergi menjaga keamanan laut di negara masing-masing. Mereka terkumpul dalam acara "The 7th Maritime Security Desktop Exercise" (MSDE) yang merupakan kerja sama dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Australian Border Force.

Kepala Bakamla RI, Laksda TNI Arie Soedewo, S.E., M.H. mengatakan pelatihan yang digelar mulai tanggal 21 sampai 23 Maret 2016 tersebut untuk sharing permasalahan antar negara terkait isu keamanan maritim serta menjaga dan mengamankan sumber daya kelautan di Asia dan Australia.

"Kejahatan maritim makin hari main beragam, tidak hanya ilegal fishing dan ilegal lain. Jadi Bagaimana negara bisa bekerja di hukum publik dengan seluruh badan-badan yang dibentuk, bisa bekerjasama. Kondisi tersebut tentunya perlu langkah nyata," kata Soedewo di lokasi acara, Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (21/3/2016).

"Ini untuk keamanan laut dan keamanan maritim bersama, saling belajar, mendengar, dan sharing," timpal RADM Peter Laver selaku  Commander Maritime Border Command dari Australia.

Salah satu hal yang akan dibahas yaitu soal menghidupkan kembali jalur sutra yang menurut Soedewo sejalan dengan program pemerintaha Presiden Joko Widodo yang akan membangun poros maritim dunia.

"Indonesia menyambut baik rencana menghidupkan kembali jalur sutra yang akan bertransformasi menjadi jalur sutra maritim abad 21," tandas Soedewo.

Adapun 17 negara selain Indonesia yang mengikuti pelatihan yaitu dari Australia, Sri Lanka, Maladewa, Korea Selatan, Pakistan, Myanmar, Kamboja, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh, Thailand, Singapura, India, Tiongkok ditambah Hong Kong.

Sejumlah instansi juga mengikuti acara yaitu dari TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan, Kemlu, Kementerian Perhubungan, Kemenkumham, BNN, Badan Pengawasan Tenaga Nuklir, BNPT, Basarnas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam pembukaan acara tersebut juga hadir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar mengatakan forum sharing tersebut penting untuk saling memahami tentang keamanan maritim masing-masing negara hingga bisa sejalan. Hal itu juga penting untuk membahas ketegasan batas perairan antar negara.

"Forum sharing untuk sama-sama memahami, understanding antar negara penting. Kalau katakan ini 'this is a crime' maka kita katakan 'this is a crime". Misal ilegal fishing masuk Indonesia maka katakan ke negara sahabat kita, 'hei ada kapal anda masuk, atau  ada pirating, atau ada operasi SAR masuk, bisa diomongkan," terang Ganjar.

"Batas negara bisa disepakati jangan ada grey area. Sehingga kita bisa eliminasi kemungkinan sengketa," imbuhnya.

Diketahui, Bakamla RI dibentuk berdasarkan UU no.32 tahun 2014 tentang kelautan dan Perpres no.178 tahun 2014 tentang Bakamla. Tugas Bakamla yaitu melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. 


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar