Turun di All England Bikin Owi/Butet Lebih Pede Kembali

All England menjadi ajang yang cukup menentukan dalam penentuan peringkat pebulu tangkis seluruh dunia menuju Olimpiade 2016. Tidak terkecuali buat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ganda campuran Indonesia yang tengah mengalami grafis menurun. Sebelum berangkat, Owi/Butet berjanji untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.

”Justru kalau main di All England malah lebih Percaya Diri (PD),” terang Owi kepada jurnalis dalam konferensi press di pelatnas Cipayung kemarin (2/3). Owi yang dua pekan lalu sempat didera sakit Demam Berdarah (DB) mengaku sudah mulai fit melahap program latihan bersama tim pelatih. Bahkan, untuk bermain tiga game saja dia menyanggupinya.

Situasi itu menjadi sinyal positif sejak kalah di babak pertama Malaysia Masters 2016 Januari lalu. Padahal saat itu keduanya menjadi unggulan pertama, dan harus ditaklukkan wakil non unggulan Tiongkok, Zheng Siwei/Li Yinhui. Tetapi, setelah menjalani treatment selama 1,5 bulan lamanya, Liliyana yakin mereka kembali meraih hasil maksimal di All England.

”Tentunya, kami mencoba menemukan ritme kembali seperti saat kami hattrik juara All England,” terang Liliyana. Pebulu tangkis syarat pengalaman itu mengatakan bahwa kondisi mereka saat ini cukup nyaman menghadapi tekanan. Tetapi, sebagai sosok senior, dia selalu mencoba mengingatkan Owi untuk tetap fokus dalam setiap pertandingan.

Dalam beberapa kesempatan, Owi/Butet sudah meraih sejumlah gelar. Poin penting itulah yang ingin kembali diulangi pasangan ganda campuran terbaik Indonesia tersebut. ”Kami pernah Juara Dunia, All Englan juga, harus tetap berpikir, jangan sampai hilang percaya diri,”urai mantan pasangan Nova Widianto tersebut.

Ricky Subagja, manajer tim pelatnas di Olimpiade mengatakan bahwa selain sektor ganda masih tunggal putra masih menjadi tumpuan supaya bisa memberikan kejutan kembali. Trio pemain muda, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie diharapkan bisa kembali memberikan performa terbaiknya.

”Apalagi ini juga penting demi mengangkat peringkat mereka dalam kualifikasi menuju Olimpiade,” terangnya. Total ada sekitar 28 pebulu tangkis akan tampil di kejuaraan bertitel Super series premier tersebut. Mereka akan memperebutkan total poin 11.000 poin untuk sang juara.

Di sisi lain, perjuangan pebulu tangkis Indonesia di Jerman Grand Prix (GP) Gold dimulai kemarin. Linda Wenifanetri yang tampil di tunggal putri memperpanjang rekor kemenangan atas wakil Taiwan, Hsu Ya-Ching, 21-15, 22-24 dan 21-16. Meski harus berjuang keras hingga rubber game, penampilan Linda cukup positif untuk melakoni pertandingan kedua melawan delegasi Tiongkok Wang Shixian hari ini.

Kemenangan Linda gagal diikuti kompatriotnya, Maria Febe Kusumastuti, yang kalah dari Busanan Ongbumrungphan (Thailand) 14-21, 23-21, 15-21. Demikian pula Tommy Sugiarto yang tumbang dari Yuhan Tan (Belgia) 21-12, 17-21, 19-21. 

”Setelah ini saya mau nonton pertandingan calon lawan dulu, lihat permainan mereka, targetnya satu-satu dulu,” kata Linda. Adapun ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menggebuk Eva Lee/Paula Lynn Obanana, wakil Amerika Serikat dua game langsung 21-16, 21-5.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar