Konsultan Otomotif: Indonesia Perlahan Bisa Salip Thailand

Saat ini industri otomotif Indonesia masih tertinggal dengan Thailand sebagai basis produksi kendaraan bermotor. Thailand bisa mengekspor kendaraan hingga satu juta unit per tahun, sedangkan Indonesia baru bisa ekspor 200 ribu setahun.

Dengan angka ekspor yang besar itu, Thailand bisa menjadi basis produksi di ASEAN. Padahal, secara penjualan mobil domestik Indonesia lebih banyak.

Meski ada fakta bahwa Thailand saat ini lebih unggul dibanding Indonesia dalam hal industri otomotif di Asia Tenggara, PSOS Business Consulting, perusahaan konsultan bisnis global memprediksi bahwa Indonesia bakal melebihi Thailand dalam hal industri otomotif.

Markus Scherer, Global Automotive Head of IPSOS Business Consulting menunjukkan bukti kuat bahwa Indonesia perlahan akan menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN. Hal ini memiliki implikasi besar bagi produsen dan penyuplai suku cadang otomotif serta pemangku kebijakan di kedua negara.

"Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan dan perbaikan infrastruktur, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus. Produsen otomotif dan pemangku kebijakan Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini," kata Markus.

Markus menyebut, diprediksi pada tahun 2020 kendaraan bermotor di Indonesia akan semakin berkembang. Konsultan ini memperkirakan, penjualan kendaraan penumpang pada 2020 akan naik 6,8 persen dibandingkan tahun 2015. Dengan pasar domestik yang meningkat, maka kemungkinan volume ekspor juga akan meningkat. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi basis produksi otomotif di Asia Tenggara. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar