Targetkan Lolos Olimpiade Rio, Tiga Perenang Indonesia Kini Berlatih di Australia

Tiga atlet renang Indonesia, Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi Sidiq, serta Glenn Victor Sutanto, kini secara intensif berlatih di Murwillumbah, sebuah kota pedalaman di New South Wales Australia. Ketiganya berharap bisa lolos ke Olimpiade Rio 2016 dengan kualifikasi di Grup A.

Para perenang Indonesia itu kini berlatih di bawah asuhan pelatih Gavin Urquhart dari Tweed Regional Aquatic Centre (TRAC) yang terletak di Kota Murwillumbah.

Perenang Gede Siman Sudartawa dalam latihan ini fokus pada renang gaya punggung, Triady Fauzi Sidiq dengan gaya bebas serta Glenn Victor Sutanto yang berlatih di nomor renang gaya kupu-kupu.

Ketiga atlet selama ini menghabiskan waktu berlatih di Indonesia namun beberapa kali datang ke Kota Murwillumbah. Mereka akan berlatih di sana selama dua bulan.

Menurut Gavin Urquhart, trio perenang ini ingin menjadi perenang Indonesia pertama yang lolos kualifikasi olimpiade dengan peringkat di Grup A.

"Ketiganya sebenarnya telah pernah lolos di kualifikasi peringkat Grup B. Namun dalam Grup B aturannya hanya satu perenang yang bisa lolos dari satu negara," jelas Gavin kepada Samantha Turnbull dari ABC.

"Jika mereka berhasil lolos kualifikasi Grup A, maka ketiganya akan lolos ke olimpiade dengan usahanya sendiri," kata dia.

Gavin menjelaskan, dia juga sebelumnya pernah dipercaya sebagai pelatih kepala tim renang Malaysia.

"Saya kenal Glenn dan saat itu dia bertanding di nomor gaya punggung. Saya memberi komentar kepada Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) bahwa Glenn sebenarnya lebih cocok di gaya kupu-kupu," jelasnya.

"Kemudian, saya dihubungi PRSI dan diberitahu bahwa Glenn ingin bertemu dan itulah awalnya saya melatih mereka," jelas Gavin.

Glenn Sutanto berhasil memecahkan rekor nasional di gaya kupu-kupu dan memenangkan medali emas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu pada SEA Games, sedangkan Triady Fauzi Sidiq memecahkan rekor 50 detik di nomor 100 meter gaya bebas.

Menurut Gavin Urquhart, sayangnya para perenang ini tidak tumbuh sebagai perenang dengan kualitas pelatihan yang sama seperti yang diperoleh para perenang Australia.

"Bakat mereka sama saja dengan perenang Australia. Namun mereka tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang diperoleh perenang Australia sebab Australia memang ingin menempatkan diri sebagai negara renang nomor satu di dunia. Indonesia belum memiliki visi tersebut," tuturnya.

"Trio perenang Indonesia ini berhasil mencapai hasil memuaskan dengan serba keterbatasan yang ada," tambah Gavin lagi.

"Sebenarnya ukuran tubuh orang Indonesia, jika cukup tinggi, sangat cocok sekali dengan syarat ukuran tubuh perenang. Apalagi ditambah fleksibilitas dan disiplin," katanya.

Ditemui ABC, Glenn (27 tahun) mengatakan dia baru belajar renang di usia 12 tahun. "Waktu itu saya kena asma, jadi ibuku yang dokter menyuruh aku berenang," katanya.

"Tiga tahun setelah itu, saya bergabung di sebuah klub renang. Pelatih di klub itu menyarankan saya untuk lebih serius ikut kompetisi," jelas Glenn.

Mengenai pelatihannya di Australia saat ini, Glenn mengaku senang karena bisa fokus. "Kami bisa fokus latihan, makan, dan tidur. Apalagi makanannya lebih baik," katanya.

Pekan lalu, trio perenang ini menghadiri seleksi renang Olimpiade untuk perenang Australia di Adelaide. "Mereka sangat cepat. Saya lihat sendiri banyak yang muda-muda dan berbakat," ujarnya.

Mengenai target lolos ke Olimpiade Rio, bagi Glenn merupakan hal yang menjadi impiannya.

"Saya akan berusaha sekuatnya untuk lolos ke sana. Memang masih jauh untuk bisa dapat medali. Namun jika hal itu terjadi, maka akan menjadi prestasi luar biasa," ujarnya.


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar