Kemenpora Usulkan Revisi Instruksi Presiden Asian Games 2018

Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana mengusulkan merevisi Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Rencana itu diungkapkan ternyata ada beberapa venue yang belum tersentuh oleh Kementerian atau lembaga terkait.

Demikian hasil rapat di Sekretaris Kabinet RI, kompleks Istana Kepresidenan, pada Senin (2/5/2016). Rapat yang dipimpin Deputi Menteri Setkab Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu, juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah Kementerian terkait bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

"Kemenpora merencanakan usulan revisi Inpres Asian Games, karena faktanya ada beberapa venue yang dalam renovasi/pembangunannya tidak tersentuh oleh lembaga Kementerian/Pemda manapun," kata Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto. 

Adapun beberapa venue yang dimaksud seperti bowling dan rugby yang hingga saat ini belum ditetapkan tempatnya. Begitu juga soal venue-venue yang sifatnya sewa seperti di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai  (ICE BSD). 

"Venue yang belum tersentuh misal bowling di Ancol, tetapi bagaimana perbaikannya 'kan tidak disebut. Atau rugby mau di Kuningan atau Cibubur, tetapi belum disebut siapa yang bertanggung jawab. Termasuk masalah venue-venue yang sifatnya sewa, seperti di ICE," ujar Gatot. 

"Ini 'kan harus jelas kewenangannya, karena tidak bisa langsung dibebankan pada Kementerian PUPR langsung, mengingat dalam Inpres PU hanya punya kewajiban renovasi GBK dan bangun wisma atlet Kemayoran serta wisma atlet di Palembang," lanjutnya.

Selain mewacanakan adanya revisi Inpres, Kemenpora juga meminta agar multievent Asian Youth Games (AYG) 2017 masuk dalam revisi Keputusan Presiden nomor 12 tahun 2015 mengenai Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian games tahun 2018.

Sejauh ini, menurut Gatot, AYG belum terakomodasi dasar hukum kegiatannya, sehingga dikhawatirkan mempersulit penganggarannya. Sebagai gambaran, test event tersebut akan mempertandingkan 9 cabor,  yang sepenuhnya merupakan hak tuan rumah untuk menetapkan cabor-cabornya. Pelaksanaannya sendiri akan digelar November 2017.

Lebih jauh, Gatot menyebutkan, usulan Kemenpora ini akan kembali dibahas dalam rapat berikutnya sekaligus pengambilan keputusan.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar