Pemuda Indonesia Deni Tasman Perkuat Tim Quidditch Australia ke Piala Dunia

Seorang pemuda asal Indonesia, Deni Tasman yang sekarang tinggal di Melbourne akan memperkuat tim Australia untuk bertanding di Piala Dunia cabang Quidditch di Frankfurt (Jerman) bulan Juli mendatang.

Permainan Quidditch ini boleh disebut sebagai cabang olahraga baru, yang sekarang menjadi populer lewat serial buku Harry Potter yang ditulis oleh pengarang Inggris Jackie Rawlings.

Dalam penjelasannya kepada wartawan ABC Australia Plus Indonesia, L. Sastra Wijaya, Deni Tasman mengatakan bahwa keterlibatannya dengan Quidditch dimulai di tahun 2013 setelah dia mendengar dari teman-temannya.

Saat itu, Deni yang berasal dari Bukittinggi (Sumbar) tersebut masih kuliah di Deakin University di Melbourne.

"Saya berasal dari Bukittinggi dan kami sekeluarga pindah ke Australia di tahun 1995 ketika saya berusia satu tahun." katanya lewat email.

"Saya mulai bermain di awal tahun 2013, ketika Quidditch baru mulai dikenal di Victoria. Kebanyakan quidditch ini dimainkan oleh tim universitas dan tim komunitas." kata Deni.

Di Melbourne, ada tim dari beberapa universitas yang sekarang terlibat dalam pertandingan di Victoria Cup.

"Tim Universitas itu adalah lain Monash University Muggles, Melbourne University Unicorns dan La Trobe University Trolls. Tim lainnya adalah The Wrackspurts Quidditch Club, The Melbourne Manticores, The Blackburn Basilisks dan The South Melbourne Centaurs." kata Deni.

Deni sendiri pada awalnya bergabung dengan Wrackspurts di tahun 2013 dan kemudian pindah ke Melbourne Manticores di bulan Juni 2014. Namun sejak tahun 2016, dia kembali lagi bergabung bersama Wrackspurts.

Dalam buku Harry Potter, permainan Quidditch ini menggunakan sapu yang dikepit di selangkangan bagi tujuh pemain dari dua tim bertanding. Dalam pertandingan itu digunakan 4 bola, dengan enam gol berbentuk bulat dipasang di masing-masing sisi dengan tinggi yang berbeda.

Menurut Deni Tasman, tanggal 23-24 Juli 2016 akan diselenggarakan Piala Dunia di Frankfurt (Jerman) yang akan diselenggarakan oleh Asosiasi Quidditch Internasional (IQA).

"Selain bertanding dan bertemu dengan pemain quidditch dari negara lain, saya juga belum pernah ke Eropa. Selama ini saya hanya pernah ke Indonesia. Jadi ini kesempatan besar bagi saya untuk melakukan perjalanan." kata Deni lagi yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Deakin.

Deni sendiri sedang mencari sponsor untuk membiayai perjalanannya ke Jerman untuk mengikuti Piala Dunia tersebut.

Walau mungkin belum dianggap sebagai cabang olahraga yang serius, menurut Deni Tasman, tahun 2016 adalah tahun penting bagi perkembangan cabang quidditch di Australia.

"Sekarang sudah ada pertandingan antar negara bagian yang biasa dikenal sebagai state-of-origin, yang menampilkan pemain-pemain terbaik mewakili dua negara bagian Victoria dan New South Wales. Sekarang ini hasil pertandingan adalah 1-1. Dalam beberapa bulan terakhir di negara bagian lain juga dibentuk tim quidditch, antara lain di Australia Selatan, Australia Barat, Queensland dan di ACT." kata Deni.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar