20 Penari Indonesia Siap Pentas 'Once' Bareng West Australian Ballet

Ida Ayu Rasthiti Adnyani tak menyangka dirinya berhasil lolos dalam kompetisi program 'Indonesian Youth Ensemble' yang digelar oleh West Australian Ballet (WAB) dan Yayasan Balet Indonesia, Juni lalu. Ada 70 penari yang berpartisipasi, diseleksi, lalu dibagi menjadi dua kategori penari.

"Saya deg-degan sekaligus excited ikut kompetisi. Pas hasilnya keluar besok paginya, rasanya benar-benar luar biasa," ujarnya ketika berbincang dengan detikHOT. 

Sejak usia 3 tahun, perempuan yang akrab disapa Titi itu sudah belajar balet. Belajar menari balet dan kontemporer di Ballet Sumber Cipta di bawah ajaran Almarhumah Farida Oetoyo, Titi pernah meraih nilai Distinction untuk ujian Royal Academy of Dance dan menjadi finalist in Dance Prix Indonesia 2015. Kali ini, ia masuk di kategori penari kategori senior.

Sama halnya dengan Linea Mayo yang menjadi anggota termuda Youth Ensemble. Dia lahir pada Mei 2005 dan murid dari Cicilia Ballet School. "Ini yang pertama kalinya saya menari di panggung bersama balerina internasional," ungkap siswi kelas 6 SDN Tomang O1. 

Kemudian, terpilihlah 20 penari berusia 11-35 tahun. Nantinya, mereka akan mementaskan dua karya terbaru yang dikoreografi oleh Manajer Pendidikan dan Akses WAB, Deborah Robertson.

"Ada dua kategori penari junior dan senior untuk program ini dan kami sengaja memberikan peluang serta kesempatan kompetisi bagi mereka yang ingin mengikuti Indonesian Youth Ensemble," kata salah satu pendiri Ballet.id (Yayasan Balet Indonesia), Meutia Chaerani. 

Meutia mengungkapkan penari-penari balet Indonesia sangat berkompeten untuk menari di panggung internasional dan menang penghargaan. "Ketika West Australian Ballet akan tur pertama kalinya di Indonesia, alhamdulillah program ini disambut dengan antusias dan diterima oleh mereka," lanjutnya.

Selain para penari yang bakal berkolaborasi, awak panggung (penata lampu, suara, manajemen panggung) juga diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan kebudayaan. WAB memberikan peluang bagi pekerja panggung Indonesia untuk ambil bagian pada pagelaran tersebut. Program ini dinamakan 'Indonesian Stage Apprenticeship'. 

"Dengan mengadakan kedua program tersebut, antara penari balet Indonesia serta teknisi artistik panggung, ini menunjukkan dua hubungan negara yang baik. Kami berharap Indonesia dan Australia akan memiliki kerjasama di bidang seni dan budaya lainnya," tambah konselor dari Kedutaan Australia di Jakarta, Alison Purnell, dalam keterangannya. 

Program Indonesian Youth Ensemble dan Indonesia Stage Apprenticeship dapat terselenggara berkat dukungan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. 

Kedua penari tersebut menjadi salah satu dari 20 balerina dan balerino yang bakal menari di panggung pertunjukan 'Once'. Pentas tersebut diselenggarakan di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 6-7 Agustus mendatang. Mereka menjalani audisi yang diseleksi tim WAB pada 19 Juni lalu. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar