Siswa Indonesia Raih Emas Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2016 di Swiss

Siswa Indonesia mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil meraih satu emas dan empat perak dalam Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-47 yang diselenggarakan di Zurich, Swiss, 10-17 Juli 2016.

Tim Olimpiade Fisika Indonesia terdiri dari Michael Gilbert (medali emas), Edwin Aldrian Santoso (medali perak), Kevin Limanta (medali perak), Hugo Herdianto (medali perak), dan Raymond Ho (medali perak), yang dipimpin Syamsu Rosid (Universitas Indonesia) dan Kamsul Abraha (Universitas Gadjah Mada).

Tahun lalu, Indonesia meraih hanya medali perak. Pada tahun ini, olimpiade tingkat dunia itu diikuti peserta dari 87 negara dengan jumlah delegasi lebih dari 650 orang. Setiap negara mengirimkan tim yang terdiri dari lima peserta dan saingan terberat dari China.

Lomba dilakukan dalam dua gelombang, yakni fisika eksperimen dan fisika teori. Masing-masing berlangsung selama lima jam dan keduanya diselenggarakan di Kampus Irchel, Universitas Zurich.

Untuk soal tahun ini, topiknya merata yang terdiri dari konduktivitas listrik dua dimensi dan transisi fase dan ketidakstabilan material nonlinear untuk fisika eksperimen. Sementara untuk fisika teori terdiri dari topik mekanika, elektronika dan fisika modern.

Gilbert, sang peraih emas, menyatakan, “Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya, ikut kejuaraan tingkat dunia dan bisa jalan-jalan ke luar negeri.” 

Siswa SMAK BPK Penabur Cirebon itu berlatih selama tiga bulan untuk kejuaraan internasional itu. “Latihan yang intens dan dukungan orang tua kunci suksesnya,” kata siswa kelas X itu.

Sementara itu Limata bangga bisa ikut mengharumkan bangsa pada kejuaraan dunia tersebut. “Tahun lalu, saya mendapat medali perak tahun ini juga perak,” kata siswa yang sudah diterima di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, itu. Dia sebelumnya juga meraih medali emas untuk Olimpiade Fisika tingkat Asia yang digelar di Hongkong.

“Kuncinya, menyenangi fisika dan tekun belajar, yang penting ada keinginan untuk terus belajar,” saran Kevin yang merupakan lulusan SMA Intan Permata Hati Surabaya, Jawa Timur, itu.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar