Tiba di Kudus, Tim Bulutangkis Jalani Karantina Jelang Olimpiade

Tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2016 tiba di Kudus, Senin (11/7) siang. Mereka akan menjalani program karantina selama lima hari ke depan.

Pemusatan latihan di Kudus menjadi salah satu program yang disiapkan PBSI untuk menghadapi Olimpiade yang akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5-21 Agustus mendatang. Hendra Setiawan dkk. akan dikarantina di Kudus pada 11-16 Juli.

Sebanyak sembilan atlet pelatnas yang lolos ke Olimpiade mengikuti program karantina ini. Mereka adalah Linda Wenifanetri (tunggal putri), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran). Sementara Tommy Sugiarto memilih untuk menjalani program latihannya secara terpisah.

Selama di Kudus, para pemain tak akan hanya fokus soal latihan fisik dan teknik. PBSI sudah menyiapkan program khusus untuk dijalankan selama karantina di Kudus.

"Pada program karantina ini, kami akan melakukan simulasi selama di Olimpiade nanti. Jadi suasananya dibuat seperti di Olimpiade, dimana atlet akan tinggal di athlete village dan mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal selama di sana," ujar Rexy Mainaky, Manajer Tim bulutangkis di Olimpiade 2016.

"Setiap sektor sudah menentukan jadwal dan program selama karantina. Selain latihan fisik dan teknik, mereka juga akan ada sesi diskusi bersama psikolog olahraga, analisis video pertandingan, dan berbagai program lainnya," tutur Rexy yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu.

Kudus dipilih sebagai lokasi karantina karena jauh dari Jakarta. Rexy ingin para atlet mampu menjaga konsentrasi dan fokus pada program karantina. Selain itu, fasilitas lapangan bulutangkis dan wisma Djarum Foundation yang digunakan selama karantina dinilai sangat memadai.

Selama karantina, empat pelatih disiapkan untuk mendampingi para atlet di wisma yang disimulasikan seperti athlete village di Olimpiade. Mereka adalah Bambang Supriyanto (tunggal putri), Herry Iman Pierngadi (ganda putra), Eng Hian (ganda putri), dan Richard Mainaky (ganda campuran).

Sementara itu, tim sparring dan tim support akan tinggal di wisma yang terpisah. Suasana tersebut dirancang sedemikian rupa agar atlet terlatih untuk mengatur jadwal terapi bersama fisioterapis sampai mempersiapkan perlengkapan latihan atau bertanding.

Setelah menjalani pemusatan latihan di Kudus, tim bulutangkis akan mengikuti karantina kedua di Sao Paolo, Brasil, mulai 28 Juli. PBSI akan memberangkatkan sejumlah pemain sparring untuk mendampingi tm Olimpiade selama menjalani program karantina di Sao Paulo. Mereka di antaranya Vega Vio Nirwanda (tunggal putra), Ricky Karanda Suwardi, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Hardianto, Moh. Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra), serta Ronald Alexander/Melati Daeva Octavianti (ganda campuran).

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar