Tak Pernah Bosan Nikmati Seni di Garuda Wishnu Kencana, Bali

Bali penuh dengan objek wisata menarik. Namun, satu yang tetap harus traveler kunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana di kawasan Ungasan, Bali Selatan. Tak pernah bosan rasanya melihat pertunjukan seni budaya di GWK.

Google Maps jadi teman setia saat solo-traveling kemarin di Bali. Beberapa kali sempat salah jalan. Kali ini, awalnya juga sempat ragu ketika diarahkan ke jalan yang justru memasuki kawasan pemukiman penduduk. Sempat mau berbalik, tapi saat melihat beberapa kendaraan lain melalui jalan yang sama dengan arahan maps, akhirnya saya menuruti mereka. 

Sampai di lokasi GWK, saya memarkirkan kendaraan. Tempat ini sendiri berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Bali Selatan, sekitar 15 km dari arah hotel tempatku menginap di Kuta. Butuh waktu sekitar 10 menitan dari arah Tanjung Benoa untuk sampai ke mari. Hari itu cukup sepi, mungkin karena weekdays juga, dan mayoritas pengunjung didominasi wisatawan mancanegara.

Harga tiket masuk ke GWK untuk orang dewasa Rp 60 ribu, sudah include pajak. Kalau untuk wisatawan mancanegara harganya lebih mahal, kalau tidak salah sekitar Rp 150 ribuan. Harga untuk anak-anak juga dibedakan sih. Nah, jadi jadwal harian saat aku datang ke sana ada beberapa pertunjukan. Aku sempat nonton dua pertunjukan, Barong Keris Dance dan Balinese Dance yang jadwalnya nggak begitu berjauhan di Amphitheater.

Sesuai dengan namanya, Garuda Wisnu Kencana ini memang ditujukan sebagai pusat aktivitas seni budaya seperti pertunjukan musik, sendratari, orchestra, fashion show dan banyak lagi kegiatan sejenis. Sayangnya saat kemari Lotus Pond sedang ditutup untuk umum, katanya sih sedang ada acara keagamaan gitu. Tapi tetep seru kok karena disini para pengunjung bisa menikmati panorama Pulau Bali dari ketinggian, tepatnya di Indraloka Garden. 

Selain itu kita juga bisa mengunjungi Wisnu Plaza, titik tertinggi di Garuda Wisnu Kencana, di mana patung Dewa Wisnu ditempatkan. Di sini para pengunjung bisa melihat patung Dewa Wisnu dengan pemandangan laut dari kejauhan. Oh iya, salah seorang penjaga di sana juga sempat bercerita soal Parahyangan Somaka Giri, sebuah sumber air di Garuda Wisnu Kencana yang sarat dengan nuansa spiritual karena airnya tak pernah kering dan katanya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Yang unik selama jalan-jalan di GWK itu adalah saat nonton Tari Bali di Amphitheater. Nah, setelah pertunjukan selesai, para penonton dipersilahkan untuk berfoto dengan para penari dengan segala atributnya. 

Pengunjung dapat menikmati aneka hiburan dan berfoto di kawasan Garuda Wishnu Kencana Cultural Park ini, d'Traveler. Selamat berlibur!

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar