Pertina Bidik Emas di Asian Games 2018

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) memasang target meraih medali emas di Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Demikian hal itu disampaikan pewarkilan pengurus PP Pertina, Hengky Silatang. Menurut dia, saat ini memang baru Cornelis Mangu yang masih menjadi andalan. Namun dia meyakini bakal segera muncul bibit-bibit baru.

"Saat ini kita sudah memiliki sekitar 3-4 petinju potensial selain Cornelis. Begitu dengan sektor putrin.Tinggal melihat barometernya saja nanti seperti apa, dan didukung dengan pelatnas berkesinambungan," kata Hengky, saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (30/8/2016). 

Sebagai langkah awal, PON 2016 Jawa Barat akan dijadikan PP Pertina untuk melihat bibit-bibit potensial sebagai penyumbang medali.

"Jadi, misalnya ada atlet yang hanya meraih perak atau perunggu di PIN, tetap akan kami ambil. Karena kita ada Binpres (Pembinaan Prestasi) yang memonitor. Hasil itu yang akan kita bina, lalu lihat usianya, serta peluang kelasnya."

Di luar itu, Pertina juga akan menyiapkan ujicoba ke luar negeri dan mengambil pelatih asing dari Kuba guna mendukung latihan para petinjunya. 

"Pelatih asing yang kemarin dari Kuba itu sebenarnya bagus. Cuma memang memonitornya mesti lebih ketat lagi. Apalagi sekarang ketua kami (Jhony Asadoma) mantan petinju amatir. Minimal beliau tahu, dengan kita belajar dari negara maju dan bisa diformulakan, minimal bisa berbicara di Asian Games. Jangan sampai kita jadi tim hura-hura di rumah sendiri dan tidak dapat apa-apa.

"Step by step akan kami lakukan. Setelah SK untu kepengurusan baru terbit, dan kami pun orang yang cinta olahraga, sudah sepatutnya mendukung olahraga tinju. Dengan cara ini, minimal 1-2 medali emas bisa lah kita ambil," simpul Hengky.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar