Olympic Center Cibubur: Buat Atlet Indonesia untuk Capai Prestasi Tertinggi

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meninjau pekerjaan renovasi Olympic Center di Cibubur, Jakarta, tempat yang diproyeksikan untuk menempa atlet demi mencapai prestasi tertinggi.

Dalam peninjauannya, Rabu (2/11/2016), Menpora mengenakan helm pengaman dengan rompi berwarna orange. Ia didampingi Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan jajaran Kemenpora lainnya. Imam telah ditunggu beberapa pekerja dari kontraktor untuk melaporkan hasil renovasi yang dilakukan oleh mereka.

Menpora berada di kawasan Pusat Pengembangan Pemuda dan Olahraga Nasional milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON) Cibubur, Jakarta Timur, itu untuk mengawali kegiatan ground breaking pembangunan Olympic Center sekaligus untuk memberi bonus bagi para peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade 2016.

Olympic Center ini dibangun dalam rangka memperkuat Program Indonesia Emas (PRIMA) dan Program-program olahraga prestasi lainnya menuju penyediaan lingkungan keunggulan, sehingga fokus dan konsistensi dalam upaya pencapaian prestasi tinggi dapat dipertahankan. Selain itu juga untuk meningkatkan peluang sukses bagi atlet andalan Prima menghadapi Asian Games 2018 dan kompetisi internasional lainnya, terutama Olimpiade 2020.

Dalam sambutannya, Imam mengharapkan Olympic Center ini bisa menjadi sarana yang tepat untuk para atlet bisa fokus berlatih untuk mencapai prestasi tinggi. Proses pembangunan sendiri dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sampai pada akhir Desember 2016. Sementara tahap kedua, diambil alih oleh Kemenpora dan akan berakhir Desember 2017.

"Olympic Center ini akan menjadi sarana yang tepat untuk para atlet kita berlatih dan kami berharap betul semua berstandar internasional. Tapi karena ini sifatnya masih soft launching jadi kami harap awal 2017 ini bisa ditempati," kata Menpora dalam sambutannya.

"Setelah ditempati, tentu akan ada pengembangan lagi selama tahun 2017 nanti. Karenanya kami mohon dukungan penuh bagi semua pihak agar Olympic Center ini benar terwujud. Sehingga Indonesia tidak lagi hanya mengembalikan tradisi emas saja, tetapi ingin merebut medali emas sebanyak-banyaknya di multievent internasional," lanjutnya.

Seperti yang terpantau detikSport, di lahan itu telah berdiri bangunan bertingkat yang hampir jadi. Pondasi dan struktur serta tangga sebagai jalur menuju lantai dua dan tiga telah terpasang. Sementara untuk lantai bawahnya masih berupa tanah liat.

Direktur Pilar Cadas Putra Bambang Nugroho mengatakan secara struktur bangunan sudah hampir selesai. Saat ini tinggal finishing dan pengurukan lantainya saja.

"Pondasi sudah, struktur sampai rangka atap sudah. Tahap sekarang pengurukan tanah, nanti akan kita cor karena kan lantai 1 kan peruntukan angkat besi dan berat jadi perlu penguatan disana," kata Bambang.

Total akan ada 11 cabang olahraga yang akan menempati Olympic Center. Seperti panahan, senam, atletik, sport climbing, dan cabang olahraga beladiri seperti judo, taekwondo, gulat, karate, tinju, dan anggar.

Sementara menunggu Olympic Center siap dibangun, beberapa cabor memang sudah mulai memindahkan sarana latihannya dari GBK ke tempat sementara di gedung pemudi di PP-PON. Seperti contohnya angkat besi dan panahan.

Kabidbinpres PP Perpani Adi Purnomo menyambut baik niat pemerintah terkait pembangunan Olympic Center. Menurutnya, ini adalah langkah bagus dalam peningkatan prestasi atlet.

"Bagus. Cuma masih banyak yang harus ditambah sarana prasarananya. Seperti kami, cabang panahan, inginnya ada gudang untuk menyimpan peralatan-peralatan panahan. Karena peralatan kami kan banyak," kata Adi secara terpisah.

Menurut dia, atletnya kemungkinan baru akan pindah dan latihan di Cibubur setelah ada pemanggilan dari Satuan Pelaksana (Satlak)Prima. "Tapi kan belum ada panggilan. Kami sih sudah mengajukan sekitar 25 atlet, tapi kami belum tahu berapa yang akan disetujui oleh Satlak. Ya kita tunggu saja."

Alih Fungsi dari Semula untuk Gedung Serbaguna

Nama Olympic Center tercetus setelah Olimpiade 2016, di mana Indonesia berhasil memboyong tiga medali, satu medali emas dari cabang bulutangkis dan dua medali perak dari angkat besi.

Saat itu, Menpora Imam Nahrawi menyatakan guna menjaga momentum keberhasilan Indonesia di Olimpiade, pihaknya berencana membuat Olympic Center. Hal ini seiring juga akan dilakukan renovasi di kompleks GBK dalam rangka Asian Games 2018.

Deputi IV bidang peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, sekaligus Kepala Komunikasi Publik, mengatakan sebenarnya ide Olympic Center ini sudah ada sejak 2015. Tapi kemudian Menpora yang mendapat trigger dari Presiden RI Joko Widodo saat menerima para peraih medali Olimpiade agar lebih memprioritaskan cabang-cabang berprestasi. Alhasil Menpora pun langsung teringat dengan lahan yang masih ada di kawasan Cibubur.

"Lahan ini sebenarnya akan dibangun sebagai gedung serbaguna dengan dana Rp 16 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dana itu sebagai kompensansi atas pelebaran jalan untuk fasilitas umum oleh Kementerian PU PR, yang berdampak pada pemotongan sebagai lahan Kemenpora di Cibubur ini," ujar Gatot.

Singkat cerita perubahan itu pun mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Namun begitu, bukan berarti perubahan dari gedung serbaguna menjadi Olympic Center bisa langsung dirubah begitu saja. Ada beberapa penyesuaian antara Kemenpora dengan Kementerian PUPR.

"Kami sih inginnya membangun lazimnya sport hall tapi tidak bisa karena masalahnya kalau jadi temuan tahun depan kan sayang. Makanya pertemuan terakhir antara tim dari PUPR dan Menpora pada Kamis lalu diputuskan supaya pembangunan tetap sesuai dengan pagu anggaran yang sudah diberikan yaitu Rp 16 miliar. Kemudian jangan menimbulkan persoalan bagi pemeriksa, dan yang ketiga tepat waktu. Karena ini faktor cuaca dan pengaruhnya tinggi sekali," beber Gatot.

Proses renovasi pembangunan sendiri sudah dilakukan oleh pihak kontraktor PT. Pilar Cadas Putra sejak Mei-Juni lalu dan ditargetkan selesai pada Desember 2016. "Jadi Desember itu sudah selesai semua pembangunan dan penggunaannya sudah bisa dioptimalkan pada tahun depan".

Sebelum akhirnya, Olympic Center akan mengalami pengembangan pada Januari–Desember 2017 namun dengan menggunakan dana APBN Kemenpora sebesar Rp 390 miliar. Jumlah anggaran itu sudah dilaporkan kepada Komisi X DPR RI pada saat Rapat Kerja tanggal 24 Oktober 2016. 

"Artinya yang sekarang ada itu kan baru Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) dengan beberapa laboratorium. Nantinya pada pengembangan selanjutkan tentu akan ada beberapa penambahan fasilitas-fasilitas lain untuk di kawasan Olympic Center," ucap Gatot.

Seperti yang diuraikan Gatot, fasilitas tersebut meliputi fasilitas untuk menggelar kepelatihan performa tinggi dengan dukungan Sports Science bagi atlet elite nasional, fasilitas akomodasi, fasilitas sport venue, dan sejumlah program-program lain yang masih disiapkan oleh Kemenpora. Gatot menambahkan jika beberapa cabor yang tidak tertampung di sini bukan berarti Kemenpora piliha kasih atau karena faktor like and dislike. Tapi memang baru itu saja yang mampu dipenuhi.

"Ini (Olympic Center) hanya semacam transisi menjelang Hambalang. Artinya setelah dari sini, nantinya akan ada Hambalang juga. Jadi tidak usah takut. Sekarang Thailand saja punya enam Hambalang," sebutnya. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar