Berdayakan UKM Pariwisata, Kemenpar Resmikan Wonderful Startup Academy

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang pariwisata akan semakin dikembangkan oleh Kemenpar. Untuk itu Wonderful Startup Academy pun diresmikan.

UKM pariwisata memang tidak secara langsung mendatangkan banyak wisman ke Tanah Air. Namun tentunya ikut berperan dalam berbagai hal, seperti mengembangkan sektor bisnis kepariwisataan Indonesia.

Dalam event Wonderful Wow Night di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (8/12/2016) malam, Kementerian Pariwisata meresmikan Wonderful Startup Academy. Di mana startup bidang pariwisata yang dibuat oleh anak muda dari sejumlah daerah di Indonesia, yang nantinya dapat merangkul banyak UKM lokal, akan diberi pelatihan dan modal.

"Intinya begini, kita punya banyak koperasi dan UKM total lebih dari 50 juta. Untuk mengelola yang banyak ini tidak mungkin dengan cara biasa. Poin utamanya koperasi ini ingin kita kelola secara korporasi seperti perusahaan besar," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Wonderful Startup Academy ini dibentuk atas kerjasama Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, MarkPlus serta Telkom. Ada 10 tim yang memulai startup dan akan dibina mulai Januari higga September 2017 mendatang.

"Secara digital akan kita bina. Lalu secara entrepreneurship akan kita latih. Salah satunya kita akan kerjasama dengan SBM ITB," kata Arief.

Kesepuluh tim ini berasal dari Jakarta, Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar), Banyuwangi, Makassar, Bali dan lain sebagainya. Tim yang ada akan membuat aplikasi terkait pariwisata, misalnya saja yang bisa memudahkan turis mencari informasi objek wisata ataupun memesan homestay.

Tim startup tersebut juga ada yang telah mempresentasikan mengenai aplikasinya saat MX Talk Wonderful Start-up, yang merupakan rangkaian acara dari event Wonderful Wow Night. Beragam aplikasi telah terkonsep seperti Connect Banyuwangi.

"Teman-teman startup yang tadi muncul itu hampir semuanya ada di bisnis digital. Nanti dia menyediakan aplikasinya, sedangkan UKM-UKM adalah pelaksana di lapangan," jelasnya.

Arief mengatakan pengelolaan UKM dengan memanfaatkan teknologi digital lebih diunggulkan karena menekan biaya dan banyak UKM yang bisa dirangkul secara bersamaan.

"Pengelolaan koperasi dan UKM yang sedemikian banyak akan lebih mudah dan lebih murah kalau menggunakan digital," ucap Arief.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar