Sungai Biru Ajaib dari Raja Ampat

Raja Ampat masih menyimpan keajaiban alam yang belum kita tahu. Salah satunya yaitu sungai berair biru jernih bak kristal kaca. Indah betul!

Warabiae, begitulah namanya dalam bahasa lokal setempat. Mungkin nama ini masih sedikit asing di telinga traveler, karena destinasi ini memang belum sepopuler gugusan pulau Painemu atau Wayag, yang jadi ikonnya Raja Ampat.

Tapi kalau bicara soal keindahan, jelas destinasi yang juga disebut sebagai Kalibiru ini tidak kalah indahnya. Perbedaannya hanya masalah letak saja, yang satu ada di laut, sementara satunya ada di tengah hutan.

Kalibiru ini letaknya ada nun jauh di pedalaman Raja Ampat. Lokasi tepatnya cukup tersembunyi, di balik rimbunnya hutan yang masih belum terjamah manusia

Dari Teluk Mayalibit, perjalanan ditempuh dengan menggunakan speedboat berkapasitas kurang lebih 10 orang. Selama kurang lebih 1 jam melewati beberapa pulau, akhirnya kami sampai pada sebuah muara sungai. Pemandu kami yang bernama Marcis Daman pun memberi tahu, kami sedikit lagi sampai.

Setelah melewati muara sungai yang cukup dalam, speedboat akhirnya menepi karena air sungai mulai dangkal. Pace Marcis, pun turun untuk membantu menambatkan kapal. Kami juga ikut turun.

Rasa kecewa cukup menyeruak di dalam dada, karena Kalibiru yang ada di depan mata kami tidak seperti yang ada di dalam bayangan. Namun tiba-tiba ucapan Pace Marcis membuyarkan kekecewaan kami.

"Kalibiru bukan itu, masih jalan kaki lagi masuk hutan. Tak jauh sudah," kata Pace Marcis.

Kami pun mengikuti kemana kaki Pace Marcis melangkah. Sambil berjalan, Pace Marcis menceritakan tentang destinasi Kalibiru ini. Marcis termasuk orang pertama yang ikut survei ke destinasi ini. Oleh Dinas Pariwisata Raja Ampat, dia dan team diminta untuk membuat jalan dari pasir dan batu agar memudahkan wisatawan trekking ke Kalibiru.

"Jalan pasir dan batu ini kami yang buat. Di dalam juga ada tempat untuk turis bisa kemping, bisa buat api unggun," cerita Marcis.

Setelah trekking kurang lebih 30 menit dari muara sungai hingga masuk ke hutan, tibalah kami di Kalibiru yang dimaksud Marcis. Benar saja, Kalibiru ini benar-benar indah. Airnya biru jernih bak kristal, hingga dasar sungainya pun kelihatan! Keindahannya membuat heboh kami yang baru pertama kali melihatnya.

Kalibiru ini membentuk sebuah kolam alami yang memiliki kedalaman sekitar kurang lebih 5 meter. Birunya kolam ini benar-benar menggoda kami untuk menceburkan diri ke dalamnya. Sayang, kondisi tidak memungkinkan untuk berbasah-basahan.

Untuk mengobati kekecewaan, akhirnya kami pun langsung mengeluarkan kamera dan mengambil foto sampai puas. Lumayan, sebagai kenangan dan bukti bahwa kami pernah ke sini.

Sebenarnya, dari sumber mata airnya, Kalibiru ini tidak sepenuhnya berwarna biru. Hanya ketika saat masuk ke kolam, di bagian kolamnya, lalu sedikit setelah kolam saja yang berwarna biru. Selebihnya bening jernih, layaknya air biasa.

Hebatnya Indonesia, keajaiban alam seperti ini juga bisa traveler temui di Danau Labuan Cermin di Berau, atau Danau Kaco di Taman Nasional Kerinci Seblat. Yang menjadikan destinasi Kalibiru ini spesial adalah lokasinya yang berada di Raja Ampat, Papua.

Kalibiru alias Warabiae jadi bukti, bahwa tak hanya bawah lautnya saja yang juara, isi hutan Raja Ampat pun tak kalah istimewa. Kalibiru semakin menegaskan Raja Ampat adalah ibarat kepingan surga yang jatuh di Bumi.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar