Ada Jalan Tol, Jakarta-Semarang Maksimal 6 Jam

Pembangunan tol Batang-Semarang 75 kilometer (km) masih terus dikebut. Salah satu ruas dari tol Trans Jawa ini terbagi ke dalam 5 seksi pengerjaan.

Pembangunan tol Batang-Semarang dimulai pada Juni 2016 lalu dengan dilakukan groundbreaking secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan Tol Batang-Semarang sudah mencapai 12,4% per 31 Desember 2016 kemarin. Angka ini lebih cepat dari target di kontrak yang ditargetkan mencapai 4,8%.

Pengoperasian tol Batang-Semarang secara penuh ditargetkan pada 2018 mendatang. Dengan demikian, waktu tempuh Jakarta ke Semarang bisa dipangkas menjadi hanya sekitar 6 jam.

Para pengguna jalan bisa menggunakan jalan tol mulai dari Cikampek hingga Semarang tanpa harus ke luar melewati jalan nasional.

"Jakarta-Brexit (Brebes Timur) itu kalau lihat kilometernya sekitar 280. Kalau dibagi (kecepatan) 100 km per jam sekitar 3-4 jam. Kalau ke Semarang tambah 150 km, kalau 150 itu bisa ditempuh 80 km per jam bisa satu setengah jam, ya 5-6 jam Jakarta-Semarang," tutur Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Senin (9/1/2017).

Meskipun baru beroperasi penuh di 2018 mendatang, tol Batang-Semarang sudah bisa dilewati secara fungsional pada mudik Lebaran tahun ini. Dapat dilewati secara fungsional maksudnya, lapisan tanah di jalan tol sudah dikeraskan dan strukturnya dipadatkan. Sehingga aman untuk dilewati kendaraan golongan satu. 

Dibukanya 3 ruas tol baru secara fungsional pada mudik tahun ini juga bisa memangkas lamanya waktu perjalanan menuju kampung halaman. Tiga ruas jalan tol Jakarta-Semarang yang bisa dilalui secara fungsional pada mudik Lebaran tahun ini, antara lain Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang.

Pada mudik Lebaran mendatang, pengemudi bisa menempuh waktu perjalanan Jakarta-Semarang sekitar 6-7 jam. Perhitungan ini dengan perkiraan jarak tempuh Jakarta-Brebes Timur 3-4 jam, kemudian disambung melewati tiga ruas jalan tol fungsional sepanjang 150 km selepas Brebes Timur dengan kecepatan rata-rata 40-50 km per jam.

"Kalau sekarang belum lah, kalau fungsional ada jalan yang mudah. Kecepatan rata-rata tapi nggak bisa 80 km per jam, 40-50 km per jam bisa, dari situ dikira-kira waktunya," tutup Herry.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar