Liliyana Masih Berambisi Juara, tapi Juga Tuntut Regenerasi

Liliyana Natsir memang masih berhasrat untuk merebut titel juara di usia yang tak lagi muda. Tapi dia pun menuntun PB PBSI melakukan regenerasi.

Memasuki tahun 2017, langkah Liliyana Natsir di event-event bulutangkis bakal lebih ringan. Sebabnya, tak semua pertandingan level super series akan dia ikuti. 

Beban itu kini diberikan kepada mantan rekannya Tontowi Ahmad, yang kali ini berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja. Tontowi diharapkan bisa mengambil alih tugas yang selama ini diemban Liliyana ketika menjadi mentor di lapangan.

Liliyana menyadari jika dirinya tidak akan lama untuk bertahan dalam posisi bagus terus. Karena itu, langkah yang dilakukan pelatihnya dianggap keputusan tepat. 

"Hasil obrolan dengan kak Richard Mainaky (pelatih ganda putri) untuk kejuaraan kecil memang kebanyakan diambil alih Tontowi/Gloria. Sementara kejuaraan besar dan penting, baru saya dan Tontowi," kata Liliyana. 

"Satu sisi kalau saya terlalu banyak kompetisi dan banyak pertandingan tentu harus diatur semua, kondisinya, apanya. Selain itu, jika banyak pertandingan (beruntun) bisa tidak hasilnya bagus. Ini kan jadi satu pertimbangan juga. Maka itu, Tontowi disandingkan dengan yang muda supaya cepat atau lambat Tontowi bisa membimbing atlet yang lebih muda," sambungnya.

Lebih jauh, perempuan kelahiran Manado 9 September 1985 itu, membeberkan hasil kesepakatan dengan pelatih itu tidak hanya soal jatah penampilan di kejuaraan, tapi juga durasi kariernya bersama pelatnas. 

"Saya memang dipersiapkan hanya sampai Asian Games 2018. Artinya, masih ada dua tahun lagi sampai ke sana. Setelah itu, saya belum tahu ke depannya bakal seperti apa. Mungkin dua tahun lagi, dengan usia saya yang masuk 33 tahun, (ibaratnya) sudah matanglah, walaupun saya lihat banyak pemain Eropa yang sudah tua ya. Tetapi kita kan juga harus realistis. Karena itu, kita akan lihat dua tahun ke depan akan seperti apa." 

Saat ini Indonesia sudah menyiapkan Praveen Jordan/Debby Susanto yang dianggap bisa meneruskan jejak Tontowi/Liliyana. Kemampuan pasangan lapis dua itu pun sudah terbukti saat menjadi juara All England 2016.

"Saya pribadi masih ingin juara, pasti ingin. Cuma di posisi ini ada Praveen/Debby yang tahun lalu juara (All England). Ya, ada estafet lah, artinya mereka juga harus ditargetkan karena biasanya selalu berada di bawah Liliyana/Tontowi. Ini saatnya mereka mengemban tugas itu untuk diberikan target juara di event-event penting," tutupnya.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar