Sempat Marak, Batik Impor China Kini Menghilang

'Ingat Batik, Ingat Thamrin City', tulisan tersebut langsung menyambut para pengunjung begitu memasuki pusat batik di lantai dasar pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta Pusat. Bagi warga Jakarta, sudah tidak asing lagi berburu batik di tempat ini.

Nuansa batik sangat kental di tempat ini. Bahkan tiang-tiang pun dibalut dekorasi motif batik. Ratusan kios batik menyediakan beragam pilihan batik dari mulai harga puluhan ribu hingga jutaan. Dari batik Garut, Cirebon, Solo, Pekalongan, Madura, hingga tenun dan ikat yang selalu up to date.

Pada 2013, tempat ini pernah kebanjiran produk batik impor dari China. Lalu bagaimana kondisinya saat ini? Beberapa pedagang mengaku batik impor yang sempat marak 2 tahun lalu kini sudah menghilang.

“Sempat marak itu, tapi sudah nggak ada lagi,” ujar Endah.

Menghilangnya batik impor dari China pun dibenarkan oleh pihak Kementerian Perindustrian. Bahkan pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat kegiatan impor bahan tekstil bercorak batik atau pun desain bercorak budaya Indonesia.

Ketentuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 53/M-DAG/PER/7/2015 tentang ketentuan impor tekstil dan produk tekstil (TPT) batik dan motif batik.

“Batik China kelihatannya sekarang sudah agak berkurang. Sejak Kementerian Perdagangan melarang batik China masuk,” jelas Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian.

Kemendag mencatat impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) batik dan motif batik dari 2012-2014 ada peningkatan sebesar 17,9% atau sebesar US$ 13 juta, tahun 2012 sebesar US$ 73 juta, dan tahun 2013 sebesar US$ 80 juta. Tahun 2014 sempat mencapai US$ 87 juta

Saat ini, pusat batik Thamrin City menjadi destinasi wisata batik bagi para pelancong domestik maupun mancanegara yang gemar berburu batik. Di Lantai G, ratusan kios menjual kain, pakaian pria, wanita, hingga anak-anak bercorak batik dengan beragam model.

Paling banyak ditemui yaitu pakaian dengan bahan batik print yang ditawarkan dengan harga relatif terjangkau antara Rp 50.000-150.000 untuk satu potong pakaian. 

Pakaian batik untuk wanita dan anak-anak sangat banyak modelnya. Model pakaian batik wanita trennya menyesuaikan model pakaian biasa. Pihak pengelola juga tengah menawarkan diskon antara 30-70% untuk beberapa kios di pusat batik Thamrin City pada 30 September-2 Oktober 2015.

“Pengelola kasih selebaran kasih informasi imbauan diskon batik di hall lantai dasar. Di bagian tengah pusat batik ini. Di selebarannya tertulis diskon 30-70% tanggal 30 September-2 Oktober. Informasinya seperti itu,” kata Marwan, pegawai di Kios Batik Madura.
'Ingat Batik, Ingat Thamrin City', tulisan tersebut langsung menyambut para pengunjung begitu memasuki pusat batik di lantai dasar pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta Pusat. Bagi warga Jakarta, sudah tidak asing lagi berburu batik di tempat ini.

Nuansa batik sangat kental di tempat ini. Bahkan tiang-tiang pun dibalut dekorasi motif batik. Ratusan kios batik menyediakan beragam pilihan batik dari mulai harga puluhan ribu hingga jutaan. Dari batik Garut, Cirebon, Solo, Pekalongan, Madura, hingga tenun dan ikat yang selalu up to date.

Pada 2013, tempat ini pernah kebanjiran produk batik impor dari China. Lalu bagaimana kondisinya saat ini? Beberapa pedagang mengaku batik impor yang sempat marak 2 tahun lalu kini sudah menghilang.

“Sempat marak itu, tapi sudah nggak ada lagi,” ujar Endah.

Menghilangnya batik impor dari China pun dibenarkan oleh pihak Kementerian Perindustrian. Bahkan pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat kegiatan impor bahan tekstil bercorak batik atau pun desain bercorak budaya Indonesia.

Ketentuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 53/M-DAG/PER/7/2015 tentang ketentuan impor tekstil dan produk tekstil (TPT) batik dan motif batik.

“Batik China kelihatannya sekarang sudah agak berkurang. Sejak Kementerian Perdagangan melarang batik China masuk,” jelas Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian.

Kemendag mencatat impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) batik dan motif batik dari 2012-2014 ada peningkatan sebesar 17,9% atau sebesar US$ 13 juta, tahun 2012 sebesar US$ 73 juta, dan tahun 2013 sebesar US$ 80 juta. Tahun 2014 sempat mencapai US$ 87 juta

Saat ini, pusat batik Thamrin City menjadi destinasi wisata batik bagi para pelancong domestik maupun mancanegara yang gemar berburu batik. Di Lantai G, ratusan kios menjual kain, pakaian pria, wanita, hingga anak-anak bercorak batik dengan beragam model.

Paling banyak ditemui yaitu pakaian dengan bahan batik print yang ditawarkan dengan harga relatif terjangkau antara Rp 50.000-150.000 untuk satu potong pakaian. 

Pakaian batik untuk wanita dan anak-anak sangat banyak modelnya. Model pakaian batik wanita trennya menyesuaikan model pakaian biasa. Pihak pengelola juga tengah menawarkan diskon antara 30-70% untuk beberapa kios di pusat batik Thamrin City pada 30 September-2 Oktober 2015.

“Pengelola kasih selebaran kasih informasi imbauan diskon batik di hall lantai dasar. Di bagian tengah pusat batik ini. Di selebarannya tertulis diskon 30-70% tanggal 30 September-2 Oktober. Informasinya seperti itu,” kata Marwan, pegawai di Kios Batik Madura.
'Ingat Batik, Ingat Thamrin City', tulisan tersebut langsung menyambut para pengunjung begitu memasuki pusat batik di lantai dasar pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta Pusat. Bagi warga Jakarta, sudah tidak asing lagi berburu batik di tempat ini.

Nuansa batik sangat kental di tempat ini. Bahkan tiang-tiang pun dibalut dekorasi motif batik. Ratusan kios batik menyediakan beragam pilihan batik dari mulai harga puluhan ribu hingga jutaan. Dari batik Garut, Cirebon, Solo, Pekalongan, Madura, hingga tenun dan ikat yang selalu up to date.

Pada 2013, tempat ini pernah kebanjiran produk batik impor dari China. Lalu bagaimana kondisinya saat ini? Beberapa pedagang mengaku batik impor yang sempat marak 2 tahun lalu kini sudah menghilang.

“Sempat marak itu, tapi sudah nggak ada lagi,” ujar Endah.

Menghilangnya batik impor dari China pun dibenarkan oleh pihak Kementerian Perindustrian. Bahkan pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat kegiatan impor bahan tekstil bercorak batik atau pun desain bercorak budaya Indonesia.

Ketentuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 53/M-DAG/PER/7/2015 tentang ketentuan impor tekstil dan produk tekstil (TPT) batik dan motif batik.

“Batik China kelihatannya sekarang sudah agak berkurang. Sejak Kementerian Perdagangan melarang batik China masuk,” jelas Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian.

Kemendag mencatat impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) batik dan motif batik dari 2012-2014 ada peningkatan sebesar 17,9% atau sebesar US$ 13 juta, tahun 2012 sebesar US$ 73 juta, dan tahun 2013 sebesar US$ 80 juta. Tahun 2014 sempat mencapai US$ 87 juta

Saat ini, pusat batik Thamrin City menjadi destinasi wisata batik bagi para pelancong domestik maupun mancanegara yang gemar berburu batik. Di Lantai G, ratusan kios menjual kain, pakaian pria, wanita, hingga anak-anak bercorak batik dengan beragam model.

Paling banyak ditemui yaitu pakaian dengan bahan batik print yang ditawarkan dengan harga relatif terjangkau antara Rp 50.000-150.000 untuk satu potong pakaian. 

Pakaian batik untuk wanita dan anak-anak sangat banyak modelnya. Model pakaian batik wanita trennya menyesuaikan model pakaian biasa. Pihak pengelola juga tengah menawarkan diskon antara 30-70% untuk beberapa kios di pusat batik Thamrin City pada 30 September-2 Oktober 2015.

“Pengelola kasih selebaran kasih informasi imbauan diskon batik di hall lantai dasar. Di bagian tengah pusat batik ini. Di selebarannya tertulis diskon 30-70% tanggal 30 September-2 Oktober. Informasinya seperti itu,” kata Marwan, pegawai di Kios Batik Madura.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar