Syifa Amalya: Si Bocah Peraih Podium Tahura Trail Running Race 2017

Bocah perempuan dengan rambut diikat ini tersenyum lebar. Peluhnya terbayar. Syifa Amalya finis runner up untuk kategori 10K kelas open pada Tahura Trail Running Race 2017.

Syifa (10) berhasil mengalahkan ratusan saingannya yang usianya jauh di atasnya. Perlu diketahui, ini kedua kalinya ia juara di ajang sama tahun lalu.

"Tadi udah memimpin, tapi karena tali sepatu lepas jadi tersusul. Pas benerin tali sepatu, yang belakang saya menyusul. Tapi ya alhamdulillah masih bisa juara kedua," ujarnya ditemui usai berlari 10 kilometer di Taman Hutan Raya (Tahura) Dago, Bandung, Minggu (22/1/2017).

Selain tali sepatu sempat terlepas, Syifa sempat terjatuh saat di tanjakan. "Jalanannya licin. Semalam habis hujan. Tadi sempat terjatuh sekali, untung enggak apa-apa," katanya yang menempuh waktu 1 jam 10 menit. Waktu ini lebih lama enam menit dibandingkan tahun lalu, yaitu 1 jam 4 menit.

Syifa mengaku sejak usia 8 tahun sudah mengikuti sejumlah ajang lomba lari. "Ingin jadi atlet," cetusnya.

Syifa tidak sendiri. Ia ikut ajang ini bersama ayahnya Dedi Rahman (43), yang juga ikut kategori 10K untuk kelas master. "Kelas open itu untuk usia di bawah 40 tahun, sementara master di atas 40 tahun," ujar Dedi yang juga juara kedua.

Menurut Dedi, anak pertamanya itu tertarik dengan olahraga lari saat menonton dirinya saat diwawancara di televisi pada 2013 lalu. Saat itu, kata Dedi, ia menang dalam ajang lari di Bromo 10K. "Juara satu, trus salah satu televisi wawancara saya. Anak saya bilang, ingin seperti ayah," ujarnya yang mengaku tidak memaksa anaknya menekuni lari.

Melihat tekad anaknya yang serius, Dedi mengenalkan Syifa kepada atlet lari nasional I Gede Karangasem. "Sekarang Syifa dilatih oleh I Gede Karangasem," ungkapnya.

Setiap minggu, Syifa latihan enam hari. "Hanya Sabtu yang libur," kata Dedi.

Khusus persiapan untuk ajang ini, Syifa latihan lari di tanjakan. "Karena kan tanjakannya banyak. Makanya latihan di tanjakan yang diperkuat," kata Dedi.

Meski baru duduk di bangku kelas 5, namun Syifa sudah memutuskan cita-citanya. "Ingin jadi atlet lari," ujarnya dengan mata berbinar.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar