Borobudur Jadi Destinasi Berdaya Saing Tertinggi di Indonesia

Kemenpar memberikan Anugerah Indeks Daya Saing untuk 10 destinasi wisata prioritas. Borobudur pun menduduki peringkat 1 destinasi berdaya saing tertinggi.

Anugerah Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Kepariwisataan Indonesia digelar Kementerian Pariwisata di Ballroom 3C, The Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (8/12/2016) malam.

Kesepuluh destinasi yang ikut dinilai dalam penghargaan ini adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Morotai di Maluku Utara.

Pemberian penghargaan indeks daya saing itu mengacu pada standar global Travel and Tourism Competitive Index (TTCI) World Economic Forum dan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

Sejumlah indikator yang telah disesuaikan untuk menilai 10 destinasi ini antara lain policy support yang meliputi prioritas pariwisata, keterbukaan regional, daya saing harga, lingkungan.

Lalu ada tourism enabler yang meliputi lingkungan bisnis, keamanan, kesehatan dan kebersihan, SDM, kesiapan teknologi informasi. Kemudian infrastruktur, serta sumber daya alam dan budaya. Berdasarkan indikator ini, Borobudur pun terpilih sebagai destinasi dengan indeks daya saing tertinggi.

"Dari 10 destinasi prioritas terpilih tiga yang terbaik. Pertama adalah Borobudur," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menyusul di bawah Borobudur ada Wakatobi dengan indeks daya saing tertinggi kedua dan Tanjung Kelayang dengan indeks daya saing tertinggi ketiga.

Penghargaan ini sendiri diberikan sebagai apresiasi Kemenpar kepada 10 destinasi dengan indeks daya saing kepariwisataan tertinggi, sekaligus sebagai motivasi kepada destinasi yang belum kompetitif.

"Melalui pemberian penghargaan atau kompetisi akan terlihat daerah atau provinsi yang sudah memberikan upaya dan perhatian tinggi terhadap pembangunan kepariwisataan," jelas Arief.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar