Menpora Lepas Kontingen Indonesia untuk Asian Winter Games

Indonesia untuk pertama kalinya mengirim wakil ke ajang Asian Winter Games 2017. Pemerintah tidak mematok target khusus dalam ajang multicabang empat tahunan itu. 

Sejak Asian Winter Games pertama kali digelar pada 1986 di Sapporo, Jepang, Indonesia tidak pernah ikut serta. Alasan paling logis adalah karena Indonesia yang beriklim tropis tidak mengenal musim dingin.

Tahun ini Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendaftarkan Indonesia menjadi peserta dengan jumlah kontingen 54 orang, yang terdiri dari 34 atlet, 7 ofisial cabor, dan 13 ofisial headquarters.

Kontingen Indonesia untuk Asian Winter Games 2017 itu, yang kembali digelar di Sapporo pada 19-26 Februari, telah dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (9/2/2017).

Pelepasan kontingen Asian Winter Games 2017 juga dihadiri oleh Ketua Satuan Pelaksana Prima Achmad Soetjipto, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir beserta jajaran. 

Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrawi tetap memberikan apresiasi tekad besar atlet di ajang ini untuk membawa nama Indonesia di kancah dunia, meskipun di tanah air sendiri tidak memiliki musim dingin. 

"Atas nama kita semua, hari ini kami bersama-sama mendoakan dan mendukung saudara semua untuk menawa panji-panji Merah Putih dan bawa nama besar Indonesia. Semoga mendapat pertolongan dari Sang Maha Kuasa agar mendapat hal yang terbaik," kata Imam di Audiotorium Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Senayan No.3, Jakarta. 

"Meskipun di sini kita tidak punya musim dingin tetapi karena kemauan dan tekad kita semua maka kita bisa ikut Asian Winter Games. Semoga diberi kekuatan khususnya para atlet dan ofisial merah putih," ungkap dia. 

Di ajang ini sendiri, Menpora tak mematok target tinggi kendati Chef de Mission Asian Winter Games 2017 Berdi Sabri mematok medali perunggu bisa dibawa pulang ke tanah air.

"Karena ini perdana maka saya ingin mengucapkan terimakasih kepada atlet, ofisial, dan keluarga yang terlibat. Kalau bukan karena didorong oleh kemauan yang kuat mungkin kita tidak akan berpartisipasi di ajang ini karena berangkat saja ini sudah luar biasa. Padahal di sini (Indonesia) ini kan udara panas," tuturnya.

"Artinya, mereka ini punya tekad luar biasa. Tinggal kita masukkan dalam agenda nasional bahwa kita bisa kok berpartisipasi. Sebab, sarana dan prasarana sendiri sebenarnya kita punya. Ada di Bandung, Jakarta, juga Tangerang. Atlet juga punya tekad, tinggal bagaimana membuat erdorsement yang kuat lagi dari pemerintah sehingga muncul atlet," terang dia. 

"Sekaligus yang paling penting adalah ini jadi dorongan juga kepada INASGOC untuk belajar dari Jepang. Di Jepang berbagai event bisa mereka gelar, jadi Asian Games bisa disiapkan sebaik mungkin karenanya ini bagian terpenting bagi KOI dan INASGOC untuk mempersiapkan sebaik mungkin Asian Games 2018," harapnya. 

Ke depan, dilanjutkan Menpora, bukan tidak mungkin sarana dan prasarana untuk latihan Asian Winter Games bakal ditambah untuk mendukung prestasi atlet. Dia pun mengajak pihak swasta untuk terus terlibat.

"Saya bersyukur karena swasta betul-betul punya kesadaran yang luar biasa. Di Bandung swasta, Jakarta swasta, Tangerang juga. Nah, yang paling membanggakan ini tidak hanya tuntutan atlet, tetapi juga dorongan dari orang tua yang luar biasa. Anda bisa menyaksikan ketika mereka berlatih. Bahwa ini bukan hanya membangun prestasi tetapi juga memabngun mental dari usia dini. Tentu sekali lagi kami ingin optimalkan infrastruktur olahraga yang ada di empat titik itu. Semoga swasta lain bisa memberikan apresia yang lebih untuk bangun infrastruktur yang baru. Ke depan harus ikut lagi rutin ajang ini," pungkasnya. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar