Ellyas Pical Melegenda sebagai Juara Dunia Tinju Pertama dari Indonesia

Ellyas Pical menjadi petinju legendaris di era 1980. Dialah yang pertama meraih gelar juara dunia tinju dari Indonesia. 

Jika bicara tinju modern Indonesia, fans masa kini akan lebih mengingat Chris John. Petinju berjuluk The Dragon memang hebat sebagai petinju yanag menyandang gelar juara dunia di kelas bulu terlama kedua selama satu dekade. 

Ada satu nama yang melekat di benak masyakarat yang menyaksikan TVRI pada tahun 1980-an. Mereka menjadi saksi munculnya juara tinju dunia pertama dari Indonesia. Dia Ellyas Pical. 

Elly--demikian sapaab karibnya--adalah pemilik tiga gelar juara dunia. Oleh Asian Boxing, Elly masih disebut sebagai petinju kelas Super Flyweight paling menakjubkan sepanjang sejarah. Dia mencatatkan 20 kali menang, 11 di antaranya dengan kemenangan KO, satu kali seri, dan lima kali kalah.

Oleh media internasional, Elly dijuluki The Exocet, rudal. Pukulan-pukulan hook dan uppercut kiri yang cepat, akurat, dan bertenaga yang jadi ciri khas Elly penyebabnya. Selain itu, julukan tersbeut dihubungkan dengan roket bikinan Inggris dalam perang Malvinas. 

Elly lahir di Ullath, sebuah desa kecil di Kepulauan Saparua. Masa kecil Elly dihabiskan di pantai-pantai indah yang mengelilingi desa itu. Bahkan, ada yang menyebut Elly kecil kerap ikut serta menyelam bersama-sama penyelam mutiara, salah satu profesi favorit para penduduk desa itu. 

Padahal Elly tumbuh dalam keluarga musikus. 

"Papa yang berbeda dari anggota kelauarga lainnya. Semua pemusik, cuma papa yang bukan," kata Matthew Leonsio Yunior Pical, putra bungsu Ellyas Pical.

Elly mengenal tinju pada usia belasan. Dia terpana melihat aksi Muhammad Ali lewat tayangan TVRI. 

Perjalanan tinju Elly dimulai dari tinju amatir. Namanya masuk dalam peta tinju amatir pada 1980 ketika dia menjadi tampil dalam Piala Presiden ketiga di Jakarta. Elly meraih medali emas pada kelas 51 kg. 

Elly memasuki tinju profesional dua tahun kemudian, saat dia berusia 22 tahun. Kekalahan diderita Elly pada debutnya. Dia kalah di tangan Edward Apay pada duel di tahun 1983. 

Tak butuh waktu lama buat Elly untuk bangkit dan menguasai pertarungan tinju nasional. Dia berhasil menjadi juara Super Flyweight pada tahun yang sama. 

Nama Elly mendunia di tahun 1984. Dia berhasil menghentikan petinju yang pernah jadi nomor satu dunia, Prayurasak Muangsurin. Barulah kemudian dia berhasil mengklaim gelar juara OPBF Super Flyweight usai mengalahkan Hi Young Chung dari Korea Selatan.

Setelah berhasil mempertahankan gelar OPBF dengan mengalahkan Mutsuo Watanabe, Elly disuguhi pertarungan perebutan gelar juara dunia. Dia dijadwalkan berjumpa dengan Chun Ju Do juara IBF Super Flyweight. Dalam duel di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1985, Elly menang telak dan memastikan gelar juara dunia pada ronde delapan. 

Pada pertarungan berikutnya, Elly berhasil mempertahankan gelar. Dia menang pada ronde ketiga atas Wayne Mulholland dari Australia pada 25 Agustus 1985. 

Namun, Elly harus mengakui keunggulan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco, lewat angka dalam pertarungan di Jakarta sembilan bulan setelahmnya. Elly kemudian berhasil revans atas Polanco dengan balik memukul KO pada pertandingan kedua di Jakarta, 5 Juli 1986. 

Elly meraih kemenangan lagi. Kali ini dia berhasil mempertahankan gelar setelah menyingkirkan petinju Korea Selatan, Dong Chun Lee, dalam 10 ronde. 

Upaya Elly menjadi juara WBA kandas di tangan petinju Thailand, Khaosai Galaxy. Dia dihentikan pada ronde 14 dalam duel di tahun 1987.

Delapan bulan setelah itu, Elly berhasil merebut gelar IBF kelas bantam yunior dari juara bertahan waktu itu Tae Il Chang (Korea Selatan). Gelar ini sempat bertahan sampai 2 tahun, hingga kemudian Elly menyerah dari Juan Polo Perez dari Kolombia setelah kalah angka.

Setelah kekalahan itu, Elly masih naik ring dalam tiga pertandingan nongelar. Elly memutuskan pensiun pada usia 32 tahun. 

Elly sempat mengembangkan sasana tinju dengan dia turun melatih. Tapi, upaya itu tak berlanjut. 

Pada ulang tahunnya ke-57 Elly, melalui putra bungsunya, berharap agar tinju Indonesia tak berhenti untuk menelurkan petinju-petinju yang pantang menyerah. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar