Tujuh Peserta SBMPTN Berkebutuhan Khusus Semangat Rebutkan Kursi PTN


Dari 25.054 keseluruhan peserta SBMPTN di Panlok 44 Surakarta, tujuh di antaranya merupakan peserta berkebutuhan khusus. Namun, panitia memastikan bahwa semua peserta akan mendapatkan perlakuan yang sama.

Tujuh peserta SBMPTN berkebutuhan khusus itu melakukan ujian di Universitas Sebelas Maret (UNS). Lima orang merupakan tunanetra dan dua lainnya tunarungu.

Meski begitu, pihak panitia tidak menyiapkan soal khusus. Semua sama, namun bagi mereka yang berkebutuhan khusus disediakan dua pendamping (tunanetra).

"Panitia siapkan dua pendamping, satu yang membacakan soal dan satu lagi menulis di lembar jawaban," ungkap Sutarno, Ketua Panlok 44, Selasa (16/5/2017).

Tujuh peserta berkebutuhan khusus tersebut mengikuti ujian di beberapa tempat yang disediakan oleh panitia. Di antaranya kampus ISI Mojosongo juga beberapa sekolah di kota Solo.

Satu peserta yang melakukan ujian di ISI Mojosongo atas nama Winda Ayu Partika (tunarungu). Kemudian di SMP Negeri 7 ada Agung Pamuji (tunanetra) dan Andre Rian Nur Rochman (tunarungu dan tunawicara). Sedangkan Toviyani Widi Saputri (tunanetra) menempati lokasi ujian di SMA Negeri 4 Surakarta.

Selanjutnya, Robin Nasroh (tunarungu) mengikuti ujian di SMPN 12 Surakarta. Di SMK Negeri 7 Surakarta (SMPS) ada Siti Maisaroh (tunanetra). Dan terakhir di SMP Negeri 10 Surakarta peserta atas nama Uria Dwi Anugrah Jaya (tunanetra).

"Khusus peserta tunanetra disediakan ruang khusus dan didampingi pengawas dari dosen PLB FKIP UNS," ujar Sutarno.

Para pendamping, lanjut dia, bertugas membacakan soal dan satu orang dari guru/dosen di lokasi ujian bertugas menyalin jawaban ke LJU.

Sedangkan bagi peserta tunarungu atau tunawicara tetap berada di ruang aslinya bersama peserta lainnya, namun peserta didampingi saat pengisian identitas peserta pada LJU.

"Pendamping cukup dilakukan oleh pengawas yang ada di ruangan tersebut," sebutnya.

Sedangkan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan lokasi ujian yang berada di luar kampus UNS, panitia Panlok 44 menempatkan satu orang personel dari dosen UNS sebagai anggota PJL (penanggung jawab lokasi) di lokasi yang berada di luar UNS.

"Nantinya sebagai wakil, penghubung dan narasumber terhadap berbagai permasalahan yang muncul di lokasi ujian," pungkasnya.


(okezone.com)
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar